Liburan berTugas Akhir

4 Comments

Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Perjuangan mengerjakan Tugas Akhir haruslah menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga ditengah tahun ini. Kebanyakan mahasiswa lain sedang memikirkan jadwal liburan, apa yang harus dibeli, tempat mana yang dikunjungi sambil berharap cemas menunggu nilai keluar. Sebentar lagi juga menjadi momen piala dunia 2010, penuh dengan antusiasme yang luar biasa dengan negara favorit dukungan masing-masing (Indonesia negaraku, tapi Jerman favorit ku di Piala Dunia,,hehe).

Tapi itu mereka, bukan saya. Saya yang sedang tidak bisa memikirkan apa2 lagi, walaupun ada urusan (hati) yang harus diurusi, semua itu tidaklah sempat dipikirkan. Yasudah lagipula saya yakin tidak akan ada penyesalan, kalaupun ada pastilah lebih banyak positifnya daripada negatifnya.

Maha Karya

Tugas akhir adalah maha karya mahasiswa, karya puncak dari seorang mahasiswa yang telah mengecap pendidikan tinggi di suatu universitas. Tugas akhir berangkat dari sebuah permasalahan yang diambil atau diperoleh lewat suatu proses pencurahan ide. Permasalahan yang ditemui tersebut coba untuk lebih diperdalam dan diperjelas masalahnya dan mengelompokkan permasalahan-permasalahan tersebut berdasarkan subjek studi yang terkait. Dari situ akan timbul beberapa ide metoda – metoda penyelesaian permasalahn tersebut. Metoda – metoda ini kemudian diperjelas lagi kedalam sebuah diagram pengerjaan(flowchart).

Dalam pengerjaannya, kita mempunyai dasar teori yang didapat selama masa perkuliahan, dari dasar teori tersebut sampailah pada sebuah pemodelan atau perancangan dalam bentuk metoda penyelesaian masalah. Perancangan tersebut lalu disimulasikan, atau dikerjakan. Kemudian pekerjaan selanjutnya adalah menganalisi hasil implementasi perancangan solusi tadi. Kembalikan ketujuan awal pemecahan permasalahan, apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau tidak. Untuk hal ini penting sekali sebuah pemahaman yang cukup bahkan mendalam dalam hal dasar teori. Karena memang sejatinya, Tugas Akhir adalah suatu aplikasi teori – teori kuliah yang didapat.

Sampai sini jelas bahwa Tugas Akhir adalah salah satu karya puncak seorang mahasiswa. Dimana Tugas Akhir adalah suatu bentuk implementasi perkuliahan yang didapat. kesimpulan ini bisa dibilang cukup objektif dan terkesan sangat teknis. Namun bagaimana dengan parameter non-teknis (mungkin kurang tepat,,hehe). Memang untuk hal ini sungguh sulit untuk melihatnya secara objektif, tidak seperti kesimpulan sebelumnya. Karena pada sudut teknis dalam hubungannya dengan Tugas Akhir akan tercapai kesimpulan yang cendrung sama antar tiap individu yang merasakan Tugas Akhir tersebut sehingga cendrung objektif. Beda dengan sudut pandang non-teknis yang merupakan hal yg sangat pribadi dirasakan selama mengerjakannya.

Perasaaan kesal, pusing di tengah pengerjaan, mentok ide, bahagia saat simulasi atau percobaan alat berhasil menjadi suatu fungsi yang berfluktuatif bergantung kepada waktu. Perasaan campur aduk inilah salah satu penilaian tugas akhir ini sebuah maha karya atau tidak. Namun sekali lagi, ini merupakan pandangan yang sangat subjektif. Jangan pernah coba menyamakan fungsi tadi antar individu. Karena mau sampai kapanpun dilakukan iterasi, tidak akan pernah dua individu yang mempunyai karakteristik grafik fungsi tadi yang mirip. But keep in touch bro, fungsi tadi sangat berpengaruh kepada kondisi psikis individu sepanjang waktu tersebut. Saling mendukung dan mengingatkan adalah cara yang paling tepat untuk menjadikan fungsi tadi mencapai keadaan steady state..

–maaf kalau ada istilah yang salah silahkan koreksi..kondisi tidak stabil, hoho–

Kelas nan Kreatif

2 Comments

pendidikan_ideal

Kelas nan Kreatif : Beberapa murid SD mendapatkan pendidikan yang tidak biasa. Kertas – kertas yang digantung berisi tulisan dan gambar membuat suasana yang berbeda dalam proses belajar mengajar. Sekolah seperti ini sudah sangat jarang ditemui ditengah maraknya aplikasi teknologi modern ke dalam dunia pendidikan kita.

potret Guru

5 Comments

    Di depan kelas kau berusaha tersenyum manis
    Namun, di dalam hati kau menangis
    Aku tak punya apa-apa anakku Selain buku dan sedikit ilmu
    Jika kalian libur dan datang ke rumahku, jangan takut anakku.
    Genteng yang bocor itu, Gelas yang tak berisi air itu, Piring yang tak berisi nasi
    Kalian akan bercerita tentang aku
    Tentang potret kehidupanku sebagai guru.
    sumber

Untukmu guru Indonesia

kau terbangun lebih cepat dari fajar menunjukkan wajahnya
keluargamu menunggu peranmu sebagai orangtua
dengan rasa gembira kau menuju sekolah
senang rasanya melihat kau ada di kelas
dengan jari – jemari dan kelihaian berbicaramu
kau berikan kami goresan – goresan pengetahuan
yang akan menuntun kami menuju mimpi kami

ditengah – tengah keluhan – keluhan manja kami
kau tetap pancarkan aura semangat mengajar
tiada kata lelah untuk mencoba menarik perhatian anak asuhmu
begitu banyak pesan yang kau sampaikan
walaupun nada – nada sumbang kerap kau dengar

kini kami hanya bisa berharap dan berdoa
kau tetap seperti itu
sabar dan terus menyuapi kami
perduli amat dengan kurikulum
karena kami tahu kurikulum itu hanya kertas tak bernyawa
yang hanya membawa kami kedalam mimpi – mimpi kosong
namun hanya dirimulah yang bisa menjadikannya bermakna
Guruku terus semangat
jangan jera dengan kepolosan kami

Enak ya anak zaman sekarang

Leave a comment

Dari kompas…

    TANJUNGPINANG, KOMPAS.com — Kota Tanjungpinang akan memberikan hadiah uang tunai, tiket pesawat, dan perjalanan wisata ke Kota Batam kepada peserta ujian nasional yang berprestasi.
    Pengumuman itu disampaikan oleh Ahadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Senin (15/6). Ahadi mengatakan, hadiah sebesar Rp 500.000 itu akan diberikan kepada peserta UN yang berhasil mendapatkan nilai 10 pada salah satu mata pelajaran yang diujikan.
    Peserta UN di Tanjungpinang yang ternyata berhasil mendapat nilai 10 hanya satu orang. Siswa tersebut berasal dari dari SMAN 2 Kota Tanjungpinang jurusan Ilmu Pengetahuan Bahasa. Sementara itu, peserta UN dari SMK yang berhasil mendapatkan nilai 10 berjumlah 21 orang.
    Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang juga akan membelikan tiket pesawat untuk peserta UN yang berhasil mendapatkan ranking 10 besar untuk tingkat Provinsi.
    “Guru pembimbing yang berhasil mendorong peserta UN mendapatkan nilai cemerlang juga akan mendapatkan hadiah yang sama,” ujar Ahadi.
    Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang juga memberikan hadiah kepada pelajar yang berhasil mendapatkan ranking 10 besar untuk Kota Tanjungpinang. Para pelajar yang berprestasi bersama guru pembimbingnya akan diajak berwisata ke Batam.
    “Kami akan mengajak para pelajar menyaksikan film bernuansa agamis di bioskop di Batam,” ujar Ahadi.
    Sementara itu, berdasarkan catatan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Tanjungpinang Syafrudin, sebanyak 137 siswa SMA se-Kota Tanjungpinang tidak lulus UN.
    “11,62 persen dari 1.179 siswa SMA di Tanjungpinang tidak lulus UN,” ujar Syafrudin.

MMM..dilihat dari materi hadiah sangat menggiurkan ini.tiket pesawat boi. taPi apakah ini manjur, atau lebih jauh, pantas tidak ya diterapkan secara umum. kalau lingkup keluarga ini sudah biasa,tapi kalau diterapkan secara umum?..
Alangkah baiknnya kalau beasiswa. sang pemenang dibiayai kuliah penuh di universitas terkenal, atau bila berasal dari keluarga kurang mampu,diberikan tunjangan ekonomi.
Ya semoga ini berhasil dan perlu diberi kredit khusus untuk pemda tanjungpinang atas usahanya.

Selamat bagi yang lulus UAN ya..

Teng..Teng..Teng

6 Comments

Teng teng teng teng teng, suara khas untuk  memulai jam pelajaran. Dimulai dengan ucapan pagiku kepada puluhan wajah ceria dan senyum mengembang dari murid – muridku yang akan beranjak dewasa. Hari ini merupakan hari pertamaku mengajar. Kebetulan Aku mendapatkan kesempatan mengajar di sekolah yang mempunyai reputasi bagus dalam hal prestasi. Banyak dari murid sekolah ini yang dikirimkan ke penyisihan olimpiade untuk mewakili provinsi ini, provinsi paling pesat kemajuannya dibanding provinsi lainnya. Bagaimana tidak, pusat pemerintahan, industri, bisnis, pendidikan sampai tempat hura – hura ada disini. Aku adalah seorang lulusan Perguruan Tinggi yang lumayan terkenal, setelah menjalani proses pendidikan yang lebih tinggi dan kemudian bekerja akhirnya tercapai juga cita – cita tertinggiku yaitu menjadi seorang guru. Karena Aku mempunyai reputasi yang bagus setelah menjalani pendidikan guru, Aku langsung diserahi tanggung jawab untuk menjadi wali untuk kelas ini, kelas XI IPA 1. Seminggu belakangan waktuku habis untuk membaca profil dari murid – murid kelas ini. Mereka berasal dari latar belakang berbeda – beda, dan mempunyai prestasi bagus di kelas X.

Aku : “Selamat pagi anak – anak”

Murid : “Selamat pagi pak”

Aku : “kenalkan nama saya Pak Hilman. Saya adalah wali kelas kalian. Saya mengajar pelajaran Fisika, tentunya bagi kalian Fisika mudah bukan?”

Aku :” Ok, untuk satu jam yang singkat ini Saya tidak akan mengajar dulu, yang ingin Saya lakukan hari ini adalah, berdiskusi dengan kalian semua. Sebelum Saya , coba salah satu dari kalian bicara, apa arti sekolah bagi kalian?”

More

keluarga dan cita – cita

6 Comments

Awan mendung pertanda akan turunya titik – titik air menyambut keluarnya Frank dari pintu kerjanya di daerah Kelapa Gading, ya Frank adalah seorang konsultan di bidang ketenaga listrikan yang sukses. Perusahaanya mengembangkan diri dalam bidang pembangkitan tenaga listrik. Frank adalah salah satu orang hebat dan beruntung karena cita – citanya sejak kecil bisa menjadi kenyataan. Saat menuju mobil BMW mewahnya, iya teringat saat iya diantar oleh Ayahnya menuju ke sekolah dengan menggunakan sepeda ontel sambil menikmati setumpuk roti tawar berisi mentega dan gula buatan Ibunya, satu – satunya barang yang dibangga – banggakan oleh Ayahnya. Rasa haru pun keluar dari seluk beluk batinya. Dalam perjalanan, terbesitlah pikiran untuk mengajak keluargnya mengunjungi Ayahnya di daerah Bekasi. Dihubungilah keluarganya drumah untuk siap2.

Sampailah mereka di rumah Ayahnya. Sedikit gambaran, rumah Ayahnya berada di daerah dekat dengan persawahan, tapi itu dulu kita sudah mulai banyak bangunan – bangunan yang mengurangi daerah resapan air hujan. Ayah dan Ibunya senang sekali ketika Frank datang, apalagi mereka bisa bertemu kembali dengan menantu dan cucu mereka. Frank senang sekali melihat raut muka bahagia dimuka orang tuanya. Makan malam dengan menu yang sederhana namun penuh nostalgia menjadi acara mereka selanjutnya. Setelah itu Ayah Frank memulai perbincangan setelah meja makan selesai dibersihkan.

Ayah : “Nak, ayah senang dan bangga melihat kamu dan keluarga kamu saat ini. Kamu sudah bisa menjadi kepala keluarga yang baik. Mempunyai istri yang sabar, penuh kelembutan, pandai mendidik cucu Ayah dan sangat sayang sama kamu.”

More

UNAS, ujian Nasional

Leave a comment

huff, 1 minggu belakangan ini terasa berjalan lambat sekali. mungkin saja ada yang coba memperlambat putaran roda waktu kali ya..hehehe..

Seminggu ini pendidikan kita sedang mengalami proses evaluasi melalui Ujian Nasional. Puluhan atau ratusan ribu siswa/i mengikuti ujian ini. Setiap tahun selalu saja ada yang harus dikritisi oelh kalangan akademis atau orang tua atau peserta ujian itu sendiri. Dari distribusi soal yang lambat atau salah sasaran, nilai minimum kelulusan dan adanya perdebatan mengenai kelayakan UNAS sbg bagian evaluasi proses pendidikan.

Menarik memang bila mencermati nilai minimum, yang selalu ingin dinaikkan oleh pemerintah. Dibawah ini pernyataan Ketua BSNP dikutip dari Departemen Pendidikan NAsional.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Mungin Eddy Wibowo dalam jumpa pers, Senin (12/1), mengatakan, peserta ujian nasional (UN) SMP dan SMA dinyatakan lulus jika memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Adapun nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Tahun lalu, standar nilai rata-rata kelulusan 5,25.

Penaikan ini lagi – lagi mendapatkan respon, baik pro dan kontra. Yang pro menganggap kenaikan ini sebagai usaha dalam menaikkan standar pendidikan Indonesia. Tapi cukup aneh, penaikan standar diusahakan lewat hasil, bukan proses??..mmmm. Yang kontra lumayan banyak juga, terutama dari peserta ujian dan orang tua mereka. Keadian terakhir yang cukup menyedihkan, ada seorang siswa yang mengundurkan diri mengikuti UNAS karena takut tidak lulus. Alasannya, terlalu tinggi nilai kelulusannya dan tidak mengikuti bimbel!!!. CKCKCK, apakah bimbel menjadi jaminan mutu lulus UNAS, apa saja memang yang diberikan di sekolah. fenomena bimbel memang menarik apalagi melihat ada bimbel yang menawarkan kelulusan namun harus membayar sekian juta rupiah, yang kadang2 melebihi biaya anak kuliahan.

Ya, nada – nada optimis dan pesimis memang selalu bergulir. Ada yang menganggap kelulusan UNAS adalah sesuatu yang berat, ada pula yang menganggap sebelah mata UNAS dan lebih mempedulikan kelulusan di test perguruan tinggi. Bisa ditebaklah, apa yang membedakan keduanya. Salah satunya dan seharusnya adalah kualitas mutu pendidikan. Tidak merata itu kuncinya, inilah akibatnya kalau pendidikan itu dinilai atau dievaluasi lewat hasil ujian. proses menuju perbaikan mutu lewat proses tidak berjalan. Apakah terganjal oleh biaya, inilah yang mungkin jadi analisis dri pihak terkait. Maka diusahakanlah sekolah gratis, program pembiayaan pendidikan oleh pemerintah untuk sekolah2 SD dan SMA. Namun pendidikan itu bukan hanya hal biaya (SDA), namun kualitas SDM. Penjaminan guru yang berkualitas dan peserta didik yang berakhlak tinggi dan mempunyai semangat belajar yang tinggi. Kedua hal ini juga harus diperhatikan. Maka dari itu peran semua kaum akademis di negri ini harus terus dan terus menyukseskan ini semua. Tidak ada salahnya mencoba, namun ini mungkin kelemahan bangsa kita selama ini, enggan menjalankan program secara serius dan penuh tanggung jawab.

Akhir kata, selamat menjalani UNAS bagi yang melaksanakannya. Dan semoga hasil ini bisa diterima dengan lapang dada dan dipertanggung jawabkan di kemudian hari.

Older Entries