Lama tidak menulis. 

Distribusi selalu erat dengan kata gangguan. Pegawai distribusi hanya keliatan kerja saat ada gangguan aja, kira kira seperti itulah anggapan salah satu orang mengenari bidang distribusi. Paradigma ini yang ingin kami ubah. Pada tahun 2015 ini, pln cempaka putih dan khususnya bidang distrbusi ditargetkan penurunan gangguan penyulang sebesar 30% dari tahun 2015 oleh kantor distribusi sebagai unit induk. Menurut pada motivator, untuk menjadi orang sukses kita harus berpikir dua Langkah kedepan, oleh karena itu kami menargetkan penurunan lebih besar dari itu, sebesar 50%. Ya 50% untuk dapat menunju JAKARTA 123, sebuah cita – cita 12 menit saidi dan 3x gangguan penyulang per 100kms. Betul betul tantangan yang luar biasa, pembedajhan masalah, peluang perbaikan dn program kerja sudah kami canangkan sebanyak mungkin, namun tanpa adanya strategi perang yang jitu mustahil akan tercapai, apa saja strateginya?

123, satu dua tiga, siji loro telo, sada dua tolu.  

Dalam suatu ilmu organisasi kita mengenal istilahi 5M, man method money material dan machine. Berangkat dari situ kami menyadari 5 hal itulah yang harusnya diperkuat dan dalam strategi perang yang kuat harus menyentuh 5M tersebut, dari situlahi kami mendeklarasikan strategi perang kami. 

  

Dengan 6 strategi utama diatas s.d juli 2015, kami berhasil menurunkan gangguan 35% dibanding 2014. Masih jauh dari target 50%. Tapi kami yakin bisa, kuncinya adalah continousnlearning… Masih banyak yg perlu dibenani, misalkan apakah selama ini sop inspeksi sudah dijalankan dengan benar, apakah monitoring yang kami buat itu sudah cukup, apakah visi misi pln sudah mengakar di diri kami dn mitra kerja? Ini yang jadi PR kami 5 bulan kedepan. 

Prestasi..prestasi..prestasi

Advertisements