potret Guru

5 Comments

    Di depan kelas kau berusaha tersenyum manis
    Namun, di dalam hati kau menangis
    Aku tak punya apa-apa anakku Selain buku dan sedikit ilmu
    Jika kalian libur dan datang ke rumahku, jangan takut anakku.
    Genteng yang bocor itu, Gelas yang tak berisi air itu, Piring yang tak berisi nasi
    Kalian akan bercerita tentang aku
    Tentang potret kehidupanku sebagai guru.
    sumber

Untukmu guru Indonesia

kau terbangun lebih cepat dari fajar menunjukkan wajahnya
keluargamu menunggu peranmu sebagai orangtua
dengan rasa gembira kau menuju sekolah
senang rasanya melihat kau ada di kelas
dengan jari – jemari dan kelihaian berbicaramu
kau berikan kami goresan – goresan pengetahuan
yang akan menuntun kami menuju mimpi kami

ditengah – tengah keluhan – keluhan manja kami
kau tetap pancarkan aura semangat mengajar
tiada kata lelah untuk mencoba menarik perhatian anak asuhmu
begitu banyak pesan yang kau sampaikan
walaupun nada – nada sumbang kerap kau dengar

kini kami hanya bisa berharap dan berdoa
kau tetap seperti itu
sabar dan terus menyuapi kami
perduli amat dengan kurikulum
karena kami tahu kurikulum itu hanya kertas tak bernyawa
yang hanya membawa kami kedalam mimpi – mimpi kosong
namun hanya dirimulah yang bisa menjadikannya bermakna
Guruku terus semangat
jangan jera dengan kepolosan kami

Advertisements

Aku bukan teka – teki bagi Dia

Leave a comment

ingin aku terbangun karena panggilanMu

ingin aku memulai hari ini dengan meminta restuMU

ingin aku mengucapkan pengharapan kepadaMU

ingin aku berjalan tegak karena bersandar padaMU

ingin aku berkeluh kesah padaMU

ingin aku berterimakasih padaMU

ingin aku mengakhiri hari ini dengan bersyukur padaMU

kadang aku ingat akan semua

kadang aku berpura – pura aku tidak butuh Kamu

kadang aku memang lupa datang padaMU

kadang aku gampang untuk mengumpat daripada bersyukur

kadang aku lebih bisa meminta daripada mendengar suaraMU

semua ini memang masih teka teki namun

Kamu tidak menganggap aku teka teki

yang selalu penuh keraguan

ataupun teka teki silang

yang mungkin hanya sebagian bisa terjawab

utuh dan sempurna Kamu membentukku

Jadi Bayangan

Leave a comment

Apa ya rasanya menjadi bayangan?

Terlihat gelap, ya keadaan tidak bercahaya.

Hanya berbentuk 2 dimensi, bentuk yang sangat sederhana.

Tidak bisa bergerak bebas, hanya bisa mengikuti langkah dari seseorang.

Tidak bisa berubah dengan keinginan sendiri, hanya bisa menunggu orang lain merubah dirinya.

Tidak bisa berbicara,hanya bisa mendengar orang lain berbicara.

Tidak bisa bertanya, hanya bisa bisu mendengar orang lain menjelasakan sesuatu.

Tidak bisa mengeluarkan bakat dan minatnya, hanya bisa menonton orang lain beratraksi.

Tidak bisa mengutarakan pendapat, hanya bisa pasrah pendapatnya sudah diutarakan orang lain.

Tidak bisa memperoleh pengetahuan, hanya bisa pasrah pengetahuan itu pergi meninggalkannya.

Tidak bisa mendeskripsikan dirinya itu apa, hanya bisa terus berharap menjadi seseorang.

Pernah tidak dalam hidup teman2, pernah merasa seperti itu..Kira – kira apakah salah kalau berpikir seperti itu? dan bagaimana sih cara mengurangi pikiran – pikiran itu?

Tangisan..

2 Comments

manusia pertama kali..

datang kedunia dengan tangisan

mendapatkan hangatnya kasih sayang keluarga

melihat ayah dan ibunya

bisa mengucapkan ayah, ibu

bisa merangkak

bisa berjalan dengan kedua kakinya

bermain, berlari – lari

berbicara dengan lancar

bertemu dengan teman sebayanya

bisa membaca dan menulis

mengenal angka dan berhitung

mendapat penilaian akan hidupnya

merasakan susahnya ujian untuk masa depan

merasakan perbedaan dirinya dengan lawan jenis

merasakan apa itu cinta More

Kapur

Leave a comment

guratannya tersusun indah

serempak dengan hembusan suara

ukiran angka dan huruf membentuk alur

serempak dengan rintihannya

ratusan pasang mata berfokus pada ukirannya

sedikit demi sedikit dia pun akan hilang

ratusan pasang mata lain saling beradu

tatapan mata milik siapa yang paling indah

ratusan mulut ikut mencari arti sebuah guratannya

ratusan mulut lain saling beradu

mulut siapa yang paling manis

diapun sudah hampir habis tak bersisa

akhirnya dia habis

dan mulutpun berucap

aku tahu….