Di depan kelas kau berusaha tersenyum manis
    Namun, di dalam hati kau menangis
    Aku tak punya apa-apa anakku Selain buku dan sedikit ilmu
    Jika kalian libur dan datang ke rumahku, jangan takut anakku.
    Genteng yang bocor itu, Gelas yang tak berisi air itu, Piring yang tak berisi nasi
    Kalian akan bercerita tentang aku
    Tentang potret kehidupanku sebagai guru.
    sumber

Untukmu guru Indonesia

kau terbangun lebih cepat dari fajar menunjukkan wajahnya
keluargamu menunggu peranmu sebagai orangtua
dengan rasa gembira kau menuju sekolah
senang rasanya melihat kau ada di kelas
dengan jari – jemari dan kelihaian berbicaramu
kau berikan kami goresan – goresan pengetahuan
yang akan menuntun kami menuju mimpi kami

ditengah – tengah keluhan – keluhan manja kami
kau tetap pancarkan aura semangat mengajar
tiada kata lelah untuk mencoba menarik perhatian anak asuhmu
begitu banyak pesan yang kau sampaikan
walaupun nada – nada sumbang kerap kau dengar

kini kami hanya bisa berharap dan berdoa
kau tetap seperti itu
sabar dan terus menyuapi kami
perduli amat dengan kurikulum
karena kami tahu kurikulum itu hanya kertas tak bernyawa
yang hanya membawa kami kedalam mimpi – mimpi kosong
namun hanya dirimulah yang bisa menjadikannya bermakna
Guruku terus semangat
jangan jera dengan kepolosan kami

Advertisements