keluarga dan cita – cita

6 Comments

Awan mendung pertanda akan turunya titik – titik air menyambut keluarnya Frank dari pintu kerjanya di daerah Kelapa Gading, ya Frank adalah seorang konsultan di bidang ketenaga listrikan yang sukses. Perusahaanya mengembangkan diri dalam bidang pembangkitan tenaga listrik. Frank adalah salah satu orang hebat dan beruntung karena cita – citanya sejak kecil bisa menjadi kenyataan. Saat menuju mobil BMW mewahnya, iya teringat saat iya diantar oleh Ayahnya menuju ke sekolah dengan menggunakan sepeda ontel sambil menikmati setumpuk roti tawar berisi mentega dan gula buatan Ibunya, satu – satunya barang yang dibangga – banggakan oleh Ayahnya. Rasa haru pun keluar dari seluk beluk batinya. Dalam perjalanan, terbesitlah pikiran untuk mengajak keluargnya mengunjungi Ayahnya di daerah Bekasi. Dihubungilah keluarganya drumah untuk siap2.

Sampailah mereka di rumah Ayahnya. Sedikit gambaran, rumah Ayahnya berada di daerah dekat dengan persawahan, tapi itu dulu kita sudah mulai banyak bangunan – bangunan yang mengurangi daerah resapan air hujan. Ayah dan Ibunya senang sekali ketika Frank datang, apalagi mereka bisa bertemu kembali dengan menantu dan cucu mereka. Frank senang sekali melihat raut muka bahagia dimuka orang tuanya. Makan malam dengan menu yang sederhana namun penuh nostalgia menjadi acara mereka selanjutnya. Setelah itu Ayah Frank memulai perbincangan setelah meja makan selesai dibersihkan.

Ayah : “Nak, ayah senang dan bangga melihat kamu dan keluarga kamu saat ini. Kamu sudah bisa menjadi kepala keluarga yang baik. Mempunyai istri yang sabar, penuh kelembutan, pandai mendidik cucu Ayah dan sangat sayang sama kamu.”

More

Jhon dan pelajaran hidupnya

11 Comments

Jhon sungguh beruntung dilahirkan sebagai anak dari keluarga yang kaya, ayahnya mempunyai perusahaan distributor minyak yang sukses tahun itu, tahun dimna negrinya terkesan kaya dan ia menganggap semua saudara selingkungannya merasakan hal sama, hidup itu mudah dan menyenangkan. Semua bisa dilakukan, dan didapatkan dengan mudah dengan hanya sedikit usaha untuk meminta kepada orang tuanya. Dari keperluan materi sampai ketataran biologis. Sampai suatu saat Ayahnya mendapat suatu tawaran untuk mendukung satu calon pemimpin di lingkungannya. Dengan tawaran dipermudah jalannya dalam jadi pengusaha, ayahnya pun setuju. Godaan sungguh datang tidak mengenal jenis orangnya, digelapkan mata dan akal sehat sungguh sangat menggoda. Tak disangka-sangka sang calon terkait kasus korupsi, dan sebagai pendukungnya keluarga john pun kena imbasnya. Perusahaannya pun ditutup dan sejak itu kehidupan jhon berubah 180 derajat.

Disitalah semua harta kekayaan mereka karena terbukti bersalah. Desakan ekonomi dan ketergantungan yang sangat besar dengan kehidupan konsumerisme, membuat kedua orang tua Jhon tidak kuat dan mengalami stres berat yang mengakibatkan meninggalnya kedua orang tua Jhon. Mungkin imbas dari kehidupan modern, keluarga besar sudah tidak mempunyai ikatan yang kuat, tidak ada yang mau menampung Jhon. Pacarnya meninggalkannya karena merasa sudah tidak ada untungnya tetap menjalin hubungan dengan Jhon. Dia pun mulai pusing memikirka hidupnya, dan akhirnya kehidupan jalanan menjadi pilihannya. Dengan menggenggam kalung, Jhon tetap berjalan menaungi hidupnya. Mencari kerjaan, sekecil apapun, mengamen menggunakan botol aqua dengan suara pas2an pun tidak malu dia jalani.
Suatu ketika saat sedang mengamen, ia bertemu dengan seorang tua yang sedang mabuk2an,

pemabuk : ” dik, sapa nama lu?”
jhon : “saya jhon bang”
pemabuk :”nama lu ga pantes jadi pengamen, nama orang kaya itu mah. gw benci orang kaya, gw pernah dipecat dari satpam seorang kaya, karena gw dituduh mencuri suatu malam. Padahal itu karena gw ga maw bungkam kalau udah ngeliat dia menerima suap dari salah satu pejabat, A***ING tuh orang. Mw berapa juta kek, ga maw gw boong.”

More