Ketika ditanya,

“ apa yang anda lakukan ketika telah diangkat menjadi karyawan tetap PLN?”

Jenis jawaban seperti apa yang anda buat??

  1. Belajar dan bekerja
  2. Bekerja dengan giat sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  3. Menjalankan tanggung jawab sebagai pekerja dengan sebaik-baiknya. Selain itu terus mengasah pengetahuan system ketenagalistrikan secara formal dan informal. Informal dengan cara belajar dari rekan kerja, senior bahkan bawahan bila saya punya. Formal dengan mencoba meraih kesempatan beasiswa S2 dari PLN. Saya tertarik untuk ditempatkan di perencanaan system operasi dan dispatcher. Cita – cita saya sekarang adalah membantu PLN untuk mencapai elektrifikasi 100%.

Kira – kira apa jawaban anda? Kalau saya pilih apa ya.. :p

Mmmmm, setelah menulis jawaban dan dikumpul. Saya jadi berpikir lagi tentang jawaban saya. Ada 3 inti dari tulisan saya

Bekerja, belajar dan cita –cita

Bekerja sudah tentu kewajiban seorang pegawai, pegawai apapun itu. Bekerja saja tidak cukup, perlu tambahan suplemen, yaitu ikhlas dan cinta. Dengan mengikutkan keduanya dalam pekerjaan, pasti hasil pekerjaan kita akan baik dan bermanfaat. Kemudian belajar, secara umum kata – kata belajar tidak aneh mengingat salah satu kompetensi inti PLN adalah pembelajaran yang berkesinambungan. Namun ketika saya membaca lagi, ada kata –kata kesempatan beasiswa s2. Kalimat ini terkesan permintaan atau harapan?? menurut saya ini sebuah harapan, mengharapkan sesuatu tidak ada salahnya. Namun ya tetap ingat, laksanakan dulu kewajiban kita sebaik-baiknya baru bisa mengambil hak berupa beasiswa S2 tersebut. Aminn,,

Keinginan saya untuk menjadi perencana system atau dispatcher karena memang saya tertarik dan merasa cocok dgn pekerjaan itu. Perencanaan system ( system planning engineer, sama kek plano ya?? 😀 ) adalah perencanaan pengoperasian system yang meliputi perencanaan pembangkitan dan perencanaan penyaluran tenaga listrik untuk mencapai sasaran operasi system tenaga listrik yang bermutu, andal dan ekonomis. Perencanaan system operasi sangat lah penting, karena ada satu prinsip tenaga listrik yang harus dipenuhi

“saat tenaga listrik dibangkitkan, saat itu juga tenaga listrik tersebut di konsumsi”

Konsumsi tenaga listrik sesuai dengan kebutuhan konsumen, setiap saat bisa saja berubah untuk itu diperluakan perencanaan operasi yang matang. Dengan kata lain, perencanaan system operasi adalah suatu usaha dari operator system ketenagalistrikan untuk memastikan jumlah tenaga listrik yang dibangkitkan sesuai dengan yang diminta (beban), membangkitkan saja tidak cukup, namun harus bisa memastikan jalur penyaluran tenaga listrik tersebut. Tahapan – tahapan dalam perencanaan system adalah

  1. Pembuatan Prakira Beban (Rencana Energi)
  2. Perencanaan Hidro
  3. Penjadwalan Pembangkit
  4. Penjadwalan Penyaluran
  5. Penyusunan Neraca Daya
  6. Optimasi Hidrothermal
  7. Simulasi Produksi
  • Optimasi dan Biaya Operasi
  • Studi Kecukupan Daya

* Penjelasan lebih lanjut tentang perencaan system, dilain waktu ya 😀

Setelah perencanaan operasi system selesai, tugas dispatcher lah untuk mengendalikan system dalam kondisi real time. tugas utamanya adalah mengendalikan produksi pembangkit – pembangkit dan penyaluran daya.

Dan yang terakhir adalah, soal pengungkapan cita-cita saya membantu PLN mencapai elektrifikasi 100%. Kalau ini saya tidak boleh dan tidak mau mikir – mikir ulang lagi. PALAPA 2020.. Amin…

Advertisements