Disadur dari suatu sumber:

Kepada Yth:
Allah
di Surga

Dengan Hormat…

Tuhan, aku ingin tahu…
Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri ?
Mengapa aku harus mencintai musuhku ?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan ?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan ?Tolong Tuhan, jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menganggung semua ini.

Reply from Heaven :

AnakKu terkasih,
tidakkah kau sadari bahwa mataKu selalu tertuju padamu ?
Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil. Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan jengkel yang tak terucapkan. Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan.
Tapi tahukah kau bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka ? Dan melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuatKu sangat marah.
Aku ijinkan semua itu terjadi supaya kau terlatih makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku.
Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaanKu.
Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorangpun bisa menutupnya. Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorang pun bisa mengambilnya.
Dan Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka, dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.
Jadi, anakku janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya mataKu ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Love,
Tuhanmu


Berjalan kedepan, dengan kepala tertunduk. Aku ingin menutup telinga, sudah kucoba tapi tetap saja raungan tangingan wajah itu masih terdengar. Lebih baik aku gunakan tangan ini untuk memeluk diri sendiri berusaha menghangatkan dinginnya tubuh kaku ini. Aku ingin berjalan dengan kepala tegak, tangan berayun mengikuti gerakanku, bahkan kalau bisa kaki ini ikut berayun mengejar sesuatu.

Hei lihatlah, didepan sana ada hamparan ladang perkebunan dengan tanaman – tanaman segar, berwarna- warni. Mereka berembun di pagi hari, tidak memperlihatkan tanda- tanda kejamnya kegelapan saat malam menemaninya. Tapi lihat, ada yang merawat mereka! Dia begitu rajin dan tidak lelahnya membuat ladang itu tetap indah. Mungkinkah  ia tukang kebun atau putri seorang bangsawan yang gemar merawat tanaman? Wah hebat, dia begitu berapi-api dan dengan wajah riang menyirami kebunnya, kebun impiannya.

Hei lihatlah, disebelah kanan ada sekelompok orang menari dengan gembiranya. Gerakan – gerakan mereka sangat gemulai, seperti gerakan benang yang berayun. Begitu merasuk dijiwaku, sepertinya ia sangat bebas dalam bergerak, tidak ada penghalang apapun disekitarnya. Bisa membuat ku terdiam dan terkesima dibuatnya.  Mereka begitu percaya diri kalau  kebebasan berekpresinya bisa membuat orang terkesima dan bahagia melihatnya.

Hei lihatlah, di sebelah kiri ada sebuah lingkaran terdiri dari manusia sebagai penyusun tiap titiknya. Dan ada sebuah api unggun ditengah – tengah mereka. Api unggun itu mengeluarkan suara gemericik – gemiricik yang membakar semangat mereka. Suara itu dengan tegas dan dalam mengajak orang – orang itu untuk menjadi penyala kembali api – api yang sudah mulai mati.

Hei lihatlah, di belakang ada sebuah rupa yang tidak asing bagimu. Itu Aku!! Dia terlihat tersenyum senang dan dengan sambil bersiul, ia sedang melukis dalam sebuah kanvas. Kemudian ia bernyanyi

The colours of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people passing by
I see friends shakin’ hands saying “How do you do?”
They’re really saying “I love you”
But I think to myself what a wonderful world

Tiba- tiba dia berhenti melukis.  Lukisan itu belum lengkap dan ada sedikit goresan – goresan kasar. Kemudian ia mendekat, mendekati mu. Seakan – akan dia ingin berkaca denganmu.

“Siapa kamu?”tanya aku. Jawab dia,  ” Tugasku sudah selesai dimasa lalumu, dibelakangmu. Sekarang giliran kamu untuk meneruskan lukisan itu dan hasilkan lukisan yang indah, seindah yang ada di pikiranmu”


Perjalanan panjang ini membuat aku sadar, bahwa hidup itu mempunyai suatu tujuan. Tujuan lah yang menjadi alasan, kenapa aku dilahirkan ke dunia.

Setiap manusia dilahirkan berbeda, mempunyai “properties” mereka masing – masing. Lahir dari orangtua rukun dan kaya, lahir dari orangtua tidak rukun tapi kaya, lahir dari orangtua rukun tidak kaya atau lahir dari orang tua tidak rukun tidak kaya. Takdir kah itu semua, ataukah itu sebuah hukuman atau hadiah akibat kehidupan kita sebelumnya? Tuhanlah yang tahu.

Setiap manusia diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya, diberi kebebasan untuk memilih jadi manusia yang bebas atau terikat. Terikat dengan segala kelebihannya, atau bebas dari apa yang menjadi kelebihanya. Ini sebuah proses, bukan ada sejak kita ada di dunia. Seiring dengan berjalannya waktu, bebas atau terikat.

Setiap manusia bebas menentukan sarana untuk bertemu dengan Tuhannya. Mempunyai relasi yang kuat dengan Dia, mencari tujuan hidup dengan petunjukNya. Pengalaman spiritualitas menjadi suatu perjalanan untuk mencapai itu. Berbuat baik, memperlihatkan kelakuan dan moral yang baik. Benarkah itu semua untuk memuliakan Tuhan, atau itu hanya angan – angan manusia yang ingin menjad seperti Dia?

Manusia akan berbagi lewat kelebihannya, manusia akan berkembang lewat kekurangannya. Tujuan hidup di observasi sepanjang hidupnya. Tidak jarang pula manusia susah atau tidak dapat menemukan apa tujuan hidupnya. Apakah sebuah keberuntungan bila manusia bisa menemukannya. Orang bilang kekurangan membatasi kita untuk itu. Namun tidak jarang pula, dengan berangkat dari kekurangannya dia bisa menemukan tujuan hidupnya. Lalu mana yang benar dan baik, tujuan hidup menggunakan kelebihan atau menggunakan kekurangan?

Ada seorang muda, yang diberkahi dengan kecerdasa yang luar biasa. Dia mempunyai sebuah cita – cita yang agung demi perkembangan ilmu pengetahuan. Dia sangat disayang oleh orang tuanya, entah bagaimana bila dia seorang yang bodoh. Sialnya ia mendapatkan tumor otak pada umur 15 tahun. Tumor ganas yang akan terus tumbuh. Keberuntungan atau kesialan? Sampai pada akhirnya ia bertanya, “buat apa aku dilahirkan bila keadaanya begini. masih banyak orang lain yang tidak punya cita – cita seperti saya, mengapa harus saya yang mengalaminya?” Sebuah pertanyaan yang yang hanya dialah yang tahu. Mendapatkan perawatan yang ekstra dan penuh perhatian dari keluarganya, yang terus memberi kata – kata semangat, hanya sebuah kata – kata pemanis belaka. Penyakit itulah yang membuat ia merasakan  betul cinta kasih keluarganya. Penyakit itulah yang membuat ia sadar, bahwa selama ini ia belum mengenal betul keluarganya. Lalu bagaimana dengan pertanyaanya? benarkah alasan mengapa ia dilahirkan adalah Untuk mencintai dan dicintai keluarganya??

Sekali lagi, itu semua kembali ke diri masing – masing. Manusia bebas menentukan tujuan hidupnya, alasan mengapa dia dilahirkan. Jangan terikat dengan kelebihan, dan jangan menyesal dengan kekurangan. Temukan itu semua dalam perjalanan kehidupan ini, mari berdiam diri sejenak untuk menyelami spiritual kita dan cari secara seksama apa yang menjadi penghubung perjalanan kehidupan kita sebelumnya. Rubahlah apa yang masih bisa rubah, dan rancanglah apa yang ada didepan. Berikan suatu makna tersendiri akan hidup dan temukan apa tujuan hidup kita.

-sebuah refleksi diri *terima kasih untuk sirius-


Pada tahun 1950-an, setelah perang dunia ke II, Negara – Negara yang terlibat mulai berbenah. Tujuan mereka sama, ingin memulihkan diri dan kemudian bercita – cita menjadi bangsa yang unggul. Amerika mengambil langkah untuk memperkuat kekuatan ekonominya, dengan strategi membuat badan keuangan, yaitu world bank dan IMF. Di  Amerika, ahli – ahli ekonomi dan hukum mendapat tempat terhormat dalam derajat masyarakat, karena memang untuk mendukung visi mereka tersebut.

Lalu bagaimana dengan Prancis? Prancis mengambil langkah berbeda. Mereka ingin menjadi bangsa yang unggul dalam teknologi dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1956, mesir menutup jalur transportasi utama minyak dari timur tengah ke eropa. Hal ini akan berbahaya, bila saat pasokan minyak suatu saat berkurang, mereka masih bergantung terhadap impor minyak (kekuatiran akan harga minyak yang sangat tinggi). Salah satu penggunaan minyak saat itu adalah untuk sector pembangkit energy. Untuk mencegah hal itu, pemerintah Prancis mulai mengembangkan teknologi pembangkit tenaga nuklir pada saat itu dengan membangun 6 reaktor per tahun. Dan pada tahun 1973, ketakutan mereka terbukti. Arab melakukan embargo, sehingga harga minyak bumi melonjak tinggi saat itu. Sebelum lonjakan harga minyak terjadi, pada tahun 1963 prancis telah mampu membuat pembangkit nuklir komersial yang mempunyai umur rata – rata 18 tahun. Saat ini prancis mempunyai 59 reaktor nuklir, dioperasikan oleh  Electricite de France (semacam PLN di Indonesia), dan mempunyai kapasitas total 63 GW yang mampu mensuplai kebutuhan energy sebesar 426 juta kWh per tahun. Jumlah ini mencapai 80% dari total pembangkitan energy listrik di Prancis, dan merupakan yang terbesar sampai saat ini. Selain untuk dipakai untuk kebutuhan dalam negeri, Prancis juga mengekspor sekitar 60-70 juta kWh energy listrik tiap tahun, yang menjadikan Prancis sebagai Negara terbesar pengekspor energy listrik.

Reaktor nuklir Prancis sebenarnya menggunakan teknologi Amerika. Setelah bereksperimen dengan reaktor jenis gas-cooled di 1960-an, ditemukan bahwa tingkat keamanan dan efisiensi jenis tersebut buruk sehingga membuat Prancis menyerah dan membeli  produk Amerika pressurized water reactors yang didesain oleh WestingHouse.  Keputusan membeli hanya menggunakan satu tipe reactor, membuat mereka mampu membangun pembangkit yang lebih ekonomis daripada yang dibangun di Amerika. Selain itu perencanaan yang matang, pengoreasian terpusat (Electricite de France ) dan dengan manajemen energy yang bagus membuat Prancis akhirnya unggul dari Amerika dalam hal keamanan dan efisiensi operasi PLTN.

Apa rahasia PLTN berhasil di Prancis?
Tidak seperti  Amerika atau Negara – Negara lain yang masih berkutat dengan perdebatan manfaat dan bahaya dari nuklir, Prancis mampu dengan baik meredam perdebatan tersebut. Rahasia pertama adalah warga Prancis memberikan nilai tertinggi untuk sebuah kemerdekaan. Mereka akan menjunjung tinggi kemerdekaan, termasuk kemerdekaan energy. Prancis bercita-cita menjadi Negara superpower, mereka menganggap bila dengan cepat mempelopori tenaga nuklir, cita – cita itu bisa menjadi kenyataan. Mereka menganggap energi tidak harus selalu bergantung dari minyak bumi, yang sudah terlebih dahulu dikuasi Timur Tengah dan Amerika(??). Hingga muncul slogan “No oil, no gas, no coal, no choice”.

Rahasia kedua adalah budaya. Teknologi sudah menjadi hal yang popular di masyarakat. Hal ini menjadi salah satu factor yang membuat perkembangan nuklir mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini tidak terjadi di Amerika, yang dipusingkan oleh penolakan – penolakan untuk pembangunan PLTN. Kepopuleran ini didukung oleh fakta bahwa imuwan dan enjiner adalah status profesi yang paling tinggi di mata masyarakat. Terakhir adalah propaganda massa untuk mempopulerkan manfaat dari tenaga nuklir. Iklan – iklan televise mengkampanyekan manfaat energi nuklir untuk pembangkit tenaga nuklir. Sebuah poling menyajikan data bahwa 2/3 masyarakat Prancis percaya dengan nuklir.

Bila disimpulkan, Prancis mempunyai keinginan yang kuat untuk menjadi bangsa merdeka energy dan yang unggul dalam hal teknologi nuklir. Hal ini sudah meresap ke dalam diri masing – masing individu mereka. Kemudian, Prancis mempunyai perjalanan panjang mengenai teknologi (cth: revolusi industry), dan hal ini membuat tingkat kepercayaan masyarakat meninggi. Perkembangan pesat mereka dalam bidang PLTN juga didukung penuh oleh pemerintah yang berkontribusi mempropagandakan manfaat nuklir ke masyarakat disamping menerapkan kebijakan – kebijakan yang mendukung. Dari segi teknis, dengan perencanaan kelistrikan dan operasional yang terpusat (menjadi tanggung jawab Electricite de France), membuat mereka bisa menghasilkan PLTN yang efisien dan tingkat keamanan yang tinggi.
Apa Indonesia bias seperti itu? Mungkin jawabannya iya, bila kita mampu untuk :

“Tumbuhkan iklim inovasi teknologi, perkuat posisi enjiner dan ilmuwan, dan tumbuhkan kembali cita-cita menjadi bangsa yang unggul”


INgin lebih mengenal sistem ketenagalistrikan?
kunjungi blog http://scadaitb.wordpress.com … :D


Jumlah kendaraan di Bandung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini terutama terjadi setelah pembangunan jalan tol Cipularang selesai dibangun dalam rangka menyambut Konferensi Asia Afrika saat itu untuk mempermudah transportasi bagi Negara – Negara peserta konferensi. Seiring waktu berjalan, Bandung yang sejak dulu terkenal dengan istilah kota kembang, makin diminati sebagai daerah tujuan wisata liburan. Konsekuensinya jelas, Bandung harus menerima datangnya beribu ribu kendaraan baik beroda dua maupun roda empat saat – saat liburan sekolah atau nasional. Ada dampak positif begitu juga ada dampak negatifnya. Positifnya, perekonomian Bandung melonjak drastis, namun negatifnya kepadatan kendaraan di berbagai titik sentral akan menyebabkan kemacetan.

Selain untuk alasan liburan, Bandung juga banyak kedatangan penduduk – penduduk baru untuk tujuan pendidikan maupun pekerjaan. Bandung memiliki banyak perguruan tinggi dan sebagian besar merupakan unggulan Nasional. Kampus Saya, Institut Teknologi Bandung, merupakan salah satu contoh kampus yang banyak menerima mahasiswa/i yang bukan penduduk Bandung atau pendatang. Mahasiswa/i asal Pulau Jawa maupun luar Jawa merupakan putra – putrid terbaik dari daerah mereka masing-masing dan tentu merupakan kebanggaan bagi Kota Bandung. Namun kedatangan mereka mendatangkan masalah baru, yaitu bertambahnya jumlah kendaraan. Daerah – daerah seputar kampus, semacam Sumur Bandung, taman Sari dan Dipati Ukur, sering kita jumpai kepadatan kendaraan bermotor yang luar biasa. Tidak jarang kepadatan itu menjadi kemacetan pada jam – jam tertentu, seperti jam makan siang, jam pulang kerja dan jam kuliah selesai.

Setelah melihat dari sisi pendatang, sekarang bagaimana dengan penduduk asli Bandung. Jumlah kendaraan penduduk asli bandung tidak bisa dipungkiri akan terus meningkat. Keluhan – keluhan terhadap transportasi angkutan umum seringkali menjadi alasan seseorang untuk membeli sebuah kendaraan bermotor. Selain itu faktor kemacetan juga turut andil dalam membulatkan tekad seseorang untuk membeli kendaraan, dengan alasan waktu tempuh yang lebih singkat dan faktor kenyamanan. Tentu ini kesempatan dan keuntungan besar bagi pelaku – pelaku usaha penjualan kendaraan bermotor. Pembelian kendaraan bermotor pun terus meningkat. Hal ini didukung salah satunya oleh kemudahan calon pembeli untuk mengajukan kredit terutama bagi kendaraan roda dua, pembeli tidak akan terlalu banyak ambil pusing untuk memutuskan membeli sebuah kendaraan.

Dampak kemacetan ada banyak, namun yang paling memprihatinkan, kemacetan ternyata membuang – buang energi atau pemborosan energi kendaraan bermotor. Selain itu bertambahnya kendaraan bermotor juga menambah emisi gas buang sehingga memperburuk kualitas udara di Bandung. Selain efek ilmiah ada juga dampak psikis bagi pengendara. Pengendara sering mengalami stress ketika menghadapi kemacetan dan biasanya dilampiaskan dengan teriakan – teriakan atau umpatan yang tidak pantas dikeluarkan. Saya pernah dengar dari seorang sahabat, Bandung tidak seperti dulu lagi saat beliau SD. Saat itu masih sering dia jumpai kabut di pagi hari bahkan sampai jam 9 pagi. Jumlah kendaraan pun masih sedikit , tidak ada kemacetan macet yang menyebabkan tekanan bagi warga Bandung. Warga Bandung bisa lebih tenang dan nyaman dalam bersekolah maupun bekerja.

Apa solusi yang tepat untuk mengurangi kemacetan di Bandung pada umumnya dan sekitar ITB khususnya. Melihat penyebab utamanya adalah bertambahnya jumlah kendaraan, berari solusi mudahnya adalah mengurangi pemakaian kendaraan. Tentu susah namun untuk jarak tempuh yang pendek, hal ini mungkin dilakukan. Melihat jarak tempuh kos menuju kampus tidak terlalu jauh, maka Saya memilih solusi untuk berjalan kaki menempuh perjalananan menuju kampus dan begitu juga sebaliknya.

Continue reading ‘Macet, jalan kaki aja…’


Ikuti Mimpimu

19Oct09

Pernahkah terbayang seperti apa diri kita 20 atau 30 tahun mendatang? Dimana kita berada, aktivitas apa yang kita lakukan, siapa yang berada dekat dengan kita, bagaimana keadaan teman – teman dan sauradara- saudara kita? Sungguh sangat sulit untuk kubayangkan. Apa yang salah, apakah aku tidak punya mimpi? Tidak, aku punya mimpi. Apakah mimpiku tidak realistis? bisa ya bisa tidak. Apakah mimpiku terlalu idealis? bisa ya bisa tidak. Apakah aku tidak yakin dengan mimpiku? Tidak, aku yakin dengan mimpiku. Kenapa dan kenapa?

Jawabannya hanya lah satu, follow your dream!!. Ya, ikuti mimpimu dan lakukan dari sekarang. Langkah tiap langkah, waktu demi waktu, setiap pergerakan dan pemikiran kita, tujukan untuk mimpi tersebut. Perhatikan secara detail apa yang sudah dan akan kita perbuat. Gambarkan mimpimu dalam suatu kanvas, detail dan berwarna.

Jangan berhenti ketika jatuh, terus capai puncak tertinggi yang diinginkan. Teruslah melangkah, jangan pernah berhenti. Di puncak tertinggi itulah sesuatu yang indah akan kita temukan.

Just follow Your Dream!!



kami ingin memakai batik

kami ingin memakai batik

Kemarin baru saya alami, batik begitu mudah berada dalam penglihatan saya. Ya, 2 Oktober kemarin adalah hari ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Rakyat Indonesia dianjurkan memakai batik pada hari itu, kalangan pelajar, pegawai dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Pagi hari saya naik angkutan umum menuju kampus dengan memakai batik pinjaman. di dalam angkot ada sekitar 6 orang termasuk saya yang memakai batik. Turun dari angkot dilanjutkan berjalan kaki menuju kampus. Dalam perjalanan, cukup banyak mahasiswa/i yang memakai batik. Batik bukan hanya dalam kemeja, batik adalah corak. Tas, celana, rok, sepatu atau apapun yang melekat di tubuh bisa bercorak batik yang berbeda-beda. Berbeda bentuk dan corak, namun tetap satu nama, yaitu batik. Bhinekka tunggal ika??

Sungguh  hari yang menyenangkan. Melihat banyak orang memakai batik seperti yang saya kenakan. Seperti ada sebuah persamaan antara satu dengan yang laiinnya. Yang wanita terlihat lebih anggun dan yang pria terlihat lebih gagah. Yang memakai batik adalah orang tua, acara resmi, bupati, gubernur, mentri, presiden dan orang – orang berkedudukan tinggi lainnya. Paradigma ini yang seringkali muncul di benak masyarakat Indonesia, terutama pemuda/pemudi. Namun melihat kemarin, paradigma itu gugur, semua bisa memakai batik dalam kondisi apapun.

Batik adalah warisan budaya nenek moyang kita. Baru – baru ini kita dikagetkan oleh klaim sebuag negara atas warisan budaya kita. apa sikap kita? hanya reaktif tidak lebih. Saya sebenarnya kesal, namun saya lebih kesal dengan sikap saya yang tidak melestarikan budaya saya sendiri. Saya berasal dari tanah batak, tapi saya belum bisa melestarikan budaya itu dalam diri saya sendiri. Tapi saya yakin, melihat contoh kemarin, sebuah usaha pelestarian budaya hanya membutuhkan kebiasaan. Ya kebiasaan, sama seperti budaya yang awalnya memang berawal dari kebiasaan suatu masyarakat tertentu. Ketika kita biasa untuk membahas, mengkaji dan menggunakan berbagai wujud dari budaya dalam kehidupan sehari – hari, budaya kita akan lestari dan tak perlu takut bila kelak ada klaim dari negara lain atas budaya Indonesia..




Calendar

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728