Pada tahun 1950-an, setelah perang dunia ke II, Negara – Negara yang terlibat mulai berbenah. Tujuan mereka sama, ingin memulihkan diri dan kemudian bercita – cita menjadi bangsa yang unggul. Amerika mengambil langkah untuk memperkuat kekuatan ekonominya, dengan strategi membuat badan keuangan, yaitu world bank dan IMF. Di  Amerika, ahli – ahli ekonomi dan hukum mendapat tempat terhormat dalam derajat masyarakat, karena memang untuk mendukung visi mereka tersebut.

Lalu bagaimana dengan Prancis? Prancis mengambil langkah berbeda. Mereka ingin menjadi bangsa yang unggul dalam teknologi dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1956, mesir menutup jalur transportasi utama minyak dari timur tengah ke eropa. Hal ini akan berbahaya, bila saat pasokan minyak suatu saat berkurang, mereka masih bergantung terhadap impor minyak (kekuatiran akan harga minyak yang sangat tinggi). Salah satu penggunaan minyak saat itu adalah untuk sector pembangkit energy. Untuk mencegah hal itu, pemerintah Prancis mulai mengembangkan teknologi pembangkit tenaga nuklir pada saat itu dengan membangun 6 reaktor per tahun. Dan pada tahun 1973, ketakutan mereka terbukti. Arab melakukan embargo, sehingga harga minyak bumi melonjak tinggi saat itu. Sebelum lonjakan harga minyak terjadi, pada tahun 1963 prancis telah mampu membuat pembangkit nuklir komersial yang mempunyai umur rata – rata 18 tahun. Saat ini prancis mempunyai 59 reaktor nuklir, dioperasikan oleh  Electricite de France (semacam PLN di Indonesia), dan mempunyai kapasitas total 63 GW yang mampu mensuplai kebutuhan energy sebesar 426 juta kWh per tahun. Jumlah ini mencapai 80% dari total pembangkitan energy listrik di Prancis, dan merupakan yang terbesar sampai saat ini. Selain untuk dipakai untuk kebutuhan dalam negeri, Prancis juga mengekspor sekitar 60-70 juta kWh energy listrik tiap tahun, yang menjadikan Prancis sebagai Negara terbesar pengekspor energy listrik.

Reaktor nuklir Prancis sebenarnya menggunakan teknologi Amerika. Setelah bereksperimen dengan reaktor jenis gas-cooled di 1960-an, ditemukan bahwa tingkat keamanan dan efisiensi jenis tersebut buruk sehingga membuat Prancis menyerah dan membeli  produk Amerika pressurized water reactors yang didesain oleh WestingHouse.  Keputusan membeli hanya menggunakan satu tipe reactor, membuat mereka mampu membangun pembangkit yang lebih ekonomis daripada yang dibangun di Amerika. Selain itu perencanaan yang matang, pengoreasian terpusat (Electricite de France ) dan dengan manajemen energy yang bagus membuat Prancis akhirnya unggul dari Amerika dalam hal keamanan dan efisiensi operasi PLTN.

Apa rahasia PLTN berhasil di Prancis?
Tidak seperti  Amerika atau Negara – Negara lain yang masih berkutat dengan perdebatan manfaat dan bahaya dari nuklir, Prancis mampu dengan baik meredam perdebatan tersebut. Rahasia pertama adalah warga Prancis memberikan nilai tertinggi untuk sebuah kemerdekaan. Mereka akan menjunjung tinggi kemerdekaan, termasuk kemerdekaan energy. Prancis bercita-cita menjadi Negara superpower, mereka menganggap bila dengan cepat mempelopori tenaga nuklir, cita – cita itu bisa menjadi kenyataan. Mereka menganggap energi tidak harus selalu bergantung dari minyak bumi, yang sudah terlebih dahulu dikuasi Timur Tengah dan Amerika(??). Hingga muncul slogan “No oil, no gas, no coal, no choice”.

Rahasia kedua adalah budaya. Teknologi sudah menjadi hal yang popular di masyarakat. Hal ini menjadi salah satu factor yang membuat perkembangan nuklir mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini tidak terjadi di Amerika, yang dipusingkan oleh penolakan – penolakan untuk pembangunan PLTN. Kepopuleran ini didukung oleh fakta bahwa imuwan dan enjiner adalah status profesi yang paling tinggi di mata masyarakat. Terakhir adalah propaganda massa untuk mempopulerkan manfaat dari tenaga nuklir. Iklan – iklan televise mengkampanyekan manfaat energi nuklir untuk pembangkit tenaga nuklir. Sebuah poling menyajikan data bahwa 2/3 masyarakat Prancis percaya dengan nuklir.

Bila disimpulkan, Prancis mempunyai keinginan yang kuat untuk menjadi bangsa merdeka energy dan yang unggul dalam hal teknologi nuklir. Hal ini sudah meresap ke dalam diri masing – masing individu mereka. Kemudian, Prancis mempunyai perjalanan panjang mengenai teknologi (cth: revolusi industry), dan hal ini membuat tingkat kepercayaan masyarakat meninggi. Perkembangan pesat mereka dalam bidang PLTN juga didukung penuh oleh pemerintah yang berkontribusi mempropagandakan manfaat nuklir ke masyarakat disamping menerapkan kebijakan – kebijakan yang mendukung. Dari segi teknis, dengan perencanaan kelistrikan dan operasional yang terpusat (menjadi tanggung jawab Electricite de France), membuat mereka bisa menghasilkan PLTN yang efisien dan tingkat keamanan yang tinggi.
Apa Indonesia bias seperti itu? Mungkin jawabannya iya, bila kita mampu untuk :

“Tumbuhkan iklim inovasi teknologi, perkuat posisi enjiner dan ilmuwan, dan tumbuhkan kembali cita-cita menjadi bangsa yang unggul”


INgin lebih mengenal sistem ketenagalistrikan?
kunjungi blog http://scadaitb.wordpress.com … :D


Jumlah kendaraan di Bandung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini terutama terjadi setelah pembangunan jalan tol Cipularang selesai dibangun dalam rangka menyambut Konferensi Asia Afrika saat itu untuk mempermudah transportasi bagi Negara – Negara peserta konferensi. Seiring waktu berjalan, Bandung yang sejak dulu terkenal dengan istilah kota kembang, makin diminati sebagai daerah tujuan wisata liburan. Konsekuensinya jelas, Bandung harus menerima datangnya beribu ribu kendaraan baik beroda dua maupun roda empat saat – saat liburan sekolah atau nasional. Ada dampak positif begitu juga ada dampak negatifnya. Positifnya, perekonomian Bandung melonjak drastis, namun negatifnya kepadatan kendaraan di berbagai titik sentral akan menyebabkan kemacetan.

Selain untuk alasan liburan, Bandung juga banyak kedatangan penduduk – penduduk baru untuk tujuan pendidikan maupun pekerjaan. Bandung memiliki banyak perguruan tinggi dan sebagian besar merupakan unggulan Nasional. Kampus Saya, Institut Teknologi Bandung, merupakan salah satu contoh kampus yang banyak menerima mahasiswa/i yang bukan penduduk Bandung atau pendatang. Mahasiswa/i asal Pulau Jawa maupun luar Jawa merupakan putra – putrid terbaik dari daerah mereka masing-masing dan tentu merupakan kebanggaan bagi Kota Bandung. Namun kedatangan mereka mendatangkan masalah baru, yaitu bertambahnya jumlah kendaraan. Daerah – daerah seputar kampus, semacam Sumur Bandung, taman Sari dan Dipati Ukur, sering kita jumpai kepadatan kendaraan bermotor yang luar biasa. Tidak jarang kepadatan itu menjadi kemacetan pada jam – jam tertentu, seperti jam makan siang, jam pulang kerja dan jam kuliah selesai.

Setelah melihat dari sisi pendatang, sekarang bagaimana dengan penduduk asli Bandung. Jumlah kendaraan penduduk asli bandung tidak bisa dipungkiri akan terus meningkat. Keluhan – keluhan terhadap transportasi angkutan umum seringkali menjadi alasan seseorang untuk membeli sebuah kendaraan bermotor. Selain itu faktor kemacetan juga turut andil dalam membulatkan tekad seseorang untuk membeli kendaraan, dengan alasan waktu tempuh yang lebih singkat dan faktor kenyamanan. Tentu ini kesempatan dan keuntungan besar bagi pelaku – pelaku usaha penjualan kendaraan bermotor. Pembelian kendaraan bermotor pun terus meningkat. Hal ini didukung salah satunya oleh kemudahan calon pembeli untuk mengajukan kredit terutama bagi kendaraan roda dua, pembeli tidak akan terlalu banyak ambil pusing untuk memutuskan membeli sebuah kendaraan.

Dampak kemacetan ada banyak, namun yang paling memprihatinkan, kemacetan ternyata membuang – buang energi atau pemborosan energi kendaraan bermotor. Selain itu bertambahnya kendaraan bermotor juga menambah emisi gas buang sehingga memperburuk kualitas udara di Bandung. Selain efek ilmiah ada juga dampak psikis bagi pengendara. Pengendara sering mengalami stress ketika menghadapi kemacetan dan biasanya dilampiaskan dengan teriakan – teriakan atau umpatan yang tidak pantas dikeluarkan. Saya pernah dengar dari seorang sahabat, Bandung tidak seperti dulu lagi saat beliau SD. Saat itu masih sering dia jumpai kabut di pagi hari bahkan sampai jam 9 pagi. Jumlah kendaraan pun masih sedikit , tidak ada kemacetan macet yang menyebabkan tekanan bagi warga Bandung. Warga Bandung bisa lebih tenang dan nyaman dalam bersekolah maupun bekerja.

Apa solusi yang tepat untuk mengurangi kemacetan di Bandung pada umumnya dan sekitar ITB khususnya. Melihat penyebab utamanya adalah bertambahnya jumlah kendaraan, berari solusi mudahnya adalah mengurangi pemakaian kendaraan. Tentu susah namun untuk jarak tempuh yang pendek, hal ini mungkin dilakukan. Melihat jarak tempuh kos menuju kampus tidak terlalu jauh, maka Saya memilih solusi untuk berjalan kaki menempuh perjalananan menuju kampus dan begitu juga sebaliknya.

Continue reading ‘Macet, jalan kaki aja…’


Ikuti Mimpimu

19Oct09

Pernahkah terbayang seperti apa diri kita 20 atau 30 tahun mendatang? Dimana kita berada, aktivitas apa yang kita lakukan, siapa yang berada dekat dengan kita, bagaimana keadaan teman – teman dan sauradara- saudara kita? Sungguh sangat sulit untuk kubayangkan. Apa yang salah, apakah aku tidak punya mimpi? Tidak, aku punya mimpi. Apakah mimpiku tidak realistis? bisa ya bisa tidak. Apakah mimpiku terlalu idealis? bisa ya bisa tidak. Apakah aku tidak yakin dengan mimpiku? Tidak, aku yakin dengan mimpiku. Kenapa dan kenapa?

Jawabannya hanya lah satu, follow your dream!!. Ya, ikuti mimpimu dan lakukan dari sekarang. Langkah tiap langkah, waktu demi waktu, setiap pergerakan dan pemikiran kita, tujukan untuk mimpi tersebut. Perhatikan secara detail apa yang sudah dan akan kita perbuat. Gambarkan mimpimu dalam suatu kanvas, detail dan berwarna.

Jangan berhenti ketika jatuh, terus capai puncak tertinggi yang diinginkan. Teruslah melangkah, jangan pernah berhenti. Di puncak tertinggi itulah sesuatu yang indah akan kita temukan.

Just follow Your Dream!!



kami ingin memakai batik

kami ingin memakai batik

Kemarin baru saya alami, batik begitu mudah berada dalam penglihatan saya. Ya, 2 Oktober kemarin adalah hari ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Rakyat Indonesia dianjurkan memakai batik pada hari itu, kalangan pelajar, pegawai dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Pagi hari saya naik angkutan umum menuju kampus dengan memakai batik pinjaman. di dalam angkot ada sekitar 6 orang termasuk saya yang memakai batik. Turun dari angkot dilanjutkan berjalan kaki menuju kampus. Dalam perjalanan, cukup banyak mahasiswa/i yang memakai batik. Batik bukan hanya dalam kemeja, batik adalah corak. Tas, celana, rok, sepatu atau apapun yang melekat di tubuh bisa bercorak batik yang berbeda-beda. Berbeda bentuk dan corak, namun tetap satu nama, yaitu batik. Bhinekka tunggal ika??

Sungguh  hari yang menyenangkan. Melihat banyak orang memakai batik seperti yang saya kenakan. Seperti ada sebuah persamaan antara satu dengan yang laiinnya. Yang wanita terlihat lebih anggun dan yang pria terlihat lebih gagah. Yang memakai batik adalah orang tua, acara resmi, bupati, gubernur, mentri, presiden dan orang – orang berkedudukan tinggi lainnya. Paradigma ini yang seringkali muncul di benak masyarakat Indonesia, terutama pemuda/pemudi. Namun melihat kemarin, paradigma itu gugur, semua bisa memakai batik dalam kondisi apapun.

Batik adalah warisan budaya nenek moyang kita. Baru – baru ini kita dikagetkan oleh klaim sebuag negara atas warisan budaya kita. apa sikap kita? hanya reaktif tidak lebih. Saya sebenarnya kesal, namun saya lebih kesal dengan sikap saya yang tidak melestarikan budaya saya sendiri. Saya berasal dari tanah batak, tapi saya belum bisa melestarikan budaya itu dalam diri saya sendiri. Tapi saya yakin, melihat contoh kemarin, sebuah usaha pelestarian budaya hanya membutuhkan kebiasaan. Ya kebiasaan, sama seperti budaya yang awalnya memang berawal dari kebiasaan suatu masyarakat tertentu. Ketika kita biasa untuk membahas, mengkaji dan menggunakan berbagai wujud dari budaya dalam kehidupan sehari – hari, budaya kita akan lestari dan tak perlu takut bila kelak ada klaim dari negara lain atas budaya Indonesia..


Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya? Gurunya menjawab, ” Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja. Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”


Merdeka!!!

Tak terasa Indonesia telah berusia 64 tahun sejak mendeklarasikan dirinya merdeka pada 17 agustus 1945. Gaung kemerdekaan, nasionalisme meruak disegala penjuru Indonesia. Merujuk ke sejarah, kemerdekaan itu mengorbankan banyak nyawa, cucuran air mata dari para pahlawan dan rakyat Indonesia yang berjuang merebut kedaulatan sebagai suatu Negara. Ketika dalam masa perjuangan Indonesia memiliki orang – orang hebat berkarakter kuat, bahkan beberapa tokoh Nasional kita mempunyai sifat – sifat unik. Berikut beberapa tokoh Nasional kita yang mempunyai sifar unik (disadur dari majalah intisari):

Bung Karno Kutu Buku
Semasa diasingkan ke Bengkulu, Bung Karno adalah kolektor buku ilmiah terbesar di sana. Hooijkas Jr., anak Residen Bengkulu, kagum akan koleksi mutakhir buku-buku ilmiah berbagai bidang. Ia betah duduk berjam-jam di perpustakaan itu. Ia bertanya, mengapa BK serius belajar. Jawab Bung Karno, “Orang muda, saya harus belajar giat sekali. Insya Allah, saya akan menjadi presiden negeri ini.”
Kala itu kisah ini menjadi bahan ejekan orang Belanda di Bengkulu. Tapi belakangan mereka terkejut, cita-cita Bung Besar tercapai.

Bung Hatta, Mahatma Gandhi Indonesia
Tahun 1933 Bung Hatta ke Jepang menyertai pamannya, Mak Etek Ayub Rais, sebagai penasihat bidang niaga. Kedatangan yang juga disertai mitra bisnis Jepang bernama Ando itu tercium pers Jepang. Wartawan menyambut Bung Hatta dengan sebutan “Gandhi dari Indonesia”.
Di Tokyo Bung Hatta diundang wakil ketua parlemen Jepang. Pihak Jepang mengundang Bung Hatta berkunjung ke Manchuria, tapi secara halus ia menolak. Bung Hatta tidak suka baik militerisme Jepang maupun imperialisme Belanda. Beberapa orang kuat membujuk, termasuk Menteri Pertahanan Jenderal Araki. Menurut Araki, kalau Bung Hatta bersedia, kapal Johore Maru siap berangkat dari Kobe. Bung Hatta tetap menolak, gagal totallah keinginan Jepang untuk memperalat Bung Hatta.

Bung Sjahrir yang Cerdas dan Lihai
Salah seorang pemimpin bawah tanah di zaman pendudukan Jepang yang berani mendengarkan siaran radio Sekutu adalah Sutan Sjahrir. Padahal, nyawa bisa jadi taruhan karena ada larangan keras mendengarkan siaran radio. Dalam lemari di kamarnya tersimpan radio yang memantau berita kemenangan Sekutu, termasuk penyerahan Jepang. Berita itu biasanya diteruskan Sjahrir kepada Bung Hatta.
Suatu ketika Sjahrir dan anak-anak angkatnya pergi ke Cipanas untuk menyimpan radio di rumah iparnya, karena ia mendapat radio pengganti. Beberapa bulan kemudian si Oom, panggilan anak-anak angkat kepada Sjahrir, bermaksud mengambil radio yang dititipkan pada iparnya. Tetapi ia amat kecewa karena radionya rusak. Rupanya, karena takut tertangkap, si ipar menyembunyikannya dalam tanah alias ditanam.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang Dermawan
Sri Sultan HB IX adalah raja yang tak hanya dicintai rakyat DIY, tetapi juga oleh rakyat Indonesia. Saat Agresi Militer II (1949), Sultan memberi bantuan dari pundi-pundi pribadinya. Mata uang Belanda yang seharusnya dimusnahkan, disimpannya sebagai kas kasultanan. Itulah yang secara diam-diam dibagikan pada para pegawai pusat maupun daerah.
Istri para petinggi yang suaminya ditahan pun mendapat bagian, antara lain Ny. Fatmawati dan Ny. Rahmi Hatta. Ibu Hatta masih menyimpan kenang-kenangan beberapa rupiah logam perak pemberian Sultan yang demokratis itu. Mungkin kedermawanan itu dapat ditiru para petinggi yang kaya raya di masa kini.

Continue reading ‘Sifat Unik Tokoh Nasional’


Dostoevsky

Baru – baru ini saya membaca buku yang memuat pemikiran Fyodor Dostoevsky(1821-1881) tentang pandangannya mengenai manusia modern. Ya manusia modern, fasa yang menurut beberapa kalangan dimulai sejak masa renaissance, ditandai dengan penekanan Rene Descartes(1596-1650) bahwa pentingnya rasio dalam kehidupan manusia. Orang tidak bisa mempercayai kebenaran tanpa melalui proses penalaran. Masa ini adalah masa dimana kemajuan ilmu pengetahuan maju dengan pesatnya. Berbeda dengan masa sebelumnya dimna hal – hal rohani, ilahi dan “dunia sana” adalah buah pemikiran pada saat itu. Perubahan ini membuat manusia tidak lagi tergantung dengan hal diluar selain dirinya, manusia kini berpusat pada dirinya. Zaman modernisasi diprakarsai oleh bangsa barat. Banyak bangsa yang berkiblat dari barat dalam proses modernisasinya, begitu juga dengan Rusia.

Fyodor Dostoevsky adalah seorang sastrawan, dimana dalam karyanya banyak memuat pemikiran – pemikiran filosofis. Beliau hidup dimasa kekuasaan Tsar Peter Agung, dimana saat itu Rusia sedang memulai proses modernisasi. Proses ini ditandai dengan kemajuan Rusia dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak pemikir (filsuf) Rusia yang lahir dan berkiblat pada dunia Barat pada zaman itu. Modernisasi bukan hanya ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan, tapi juga dalam proses berpikir seseorang. Manusia adalah pusat segala pemikiran. Peran rasio sangat menonjol dalam diri manusia modern untuk menentukan kebenaran. Sehingga suatu bangsa yang memiliki sejarah rasionalitas akan lebih tepat dan cepat dalam proses modernisasi. Di rusia, 3 prinsip yang ada adalah ortodoksi, otokrasi, nasionalisme. Rasa kecintaan dan pemerintahan suatu warga negara harus mengacu pada nilai – nilai religius yang ada. Berbeda dengan bangsa Barat, nilai – nilai religius dan nasionalisme seorang warga negara ditujukan untuk pemerintah. Jadi suatu bangsa yang mempunyai tradisi religius yang kuat akan sulit ( bisa dibilang tak cocok ) dengan namanya modernisasi. Bila begitu manusia modern hanya akan dinikmati oleh kalangan atas saja.

Fyodor Dostoevsky mempunyai banyak karya yang memuat pemikirannya tentang manusia. Ada 2 karyanya yang terkenal, Notes from Underground, Crime and Punishment. Notes From Underground bercerita ada seseorang yang hidup dengan kesendiriannya, I’m the one and they are everyone”, ia merasa jengah sistem yang ada dilingkungannya. Menurutnya sistem yang ada (saat itu sistem dengan corak barat) mempunyai penyakit yang orang tidak sadari. Namun pada akhirnya Dostoevsky memperkenalkan sosok wanita untuk eksistensi sang Underground.

Crime and Punishment bercerita ada seorang mahasiswa yang hidup dalam kemiskinan, ia merasa benci dengan orang yang tega dan jahat dalam memeras rakyat miskin. Ia merasa dunia butuh orang untuk membasmi orang – orang seperti mereka. Akhirnya ia memutuskan untuk membunuh seorang rentenir yang jahat. dan Ia merasa telah melakukan yang benar dengan mengorbankan orang lain demi tujuan yang benar.

Dostoevsky tidak setuju dengan manusia memanusiakan dirinya dengan hanya berpusat pada dirinya sendiri. Hal ini disampaikan pada dua novel diatas. Tokoh Underground orang yang hidup sendiri, kesendirian adalah hidupnya, ia eksis ketika dirinya sendiri tidak terikat dengan lainnya. Begitu juga dengan di kisah Crime and Punishment, orang bisa mengorbankan orang lain demi suatu tujuan baik (yang bisa jadi hanya ia yang mempercayainya). Dostoevsky tidak menyukai pemikiran seperti itu. Menurut ia, Orang lain hadir sebagai sosok yang menentukan pemaknaan akan hidup. Manusia modern adalah manusia yang bebas, namun untuk dirinya sendiri. Menurutnya kebebasan itu harus di “bagi” dengan orang lain tidak untuk dirinya sendiri. NAmun manusia perlu sesuatu untuk dapat melaksanakan “bagi” itu. Cinta Kasih.

Cinta kasih merupakan suatu acuan dimana manusia dipandang sederajat dan diberlakukan secara adil dalam kehidupannya. Hal inilah yang membuat beliau berpendapat manusia akan kembali dengan dunia religiusnya. Karena pastilah setiap ajaran kepercayaan mengenalkan cinta kasih kepada pemeluknya. Dan ini merupakan tradisi yang ada di Rusia (ortodoks). Dostoevsky menginginkan Rusia yang kembali ke tradisi awal dimana Rusia dibentuk dan dibangun di atas pemikiran religiustik.




Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30