Mau apa??

Leave a comment

Ketika ditanya,

“ apa yang anda lakukan ketika telah diangkat menjadi karyawan tetap PLN?”

Jenis jawaban seperti apa yang anda buat??

  1. Belajar dan bekerja
  2. Bekerja dengan giat sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  3. Menjalankan tanggung jawab sebagai pekerja dengan sebaik-baiknya. Selain itu terus mengasah pengetahuan system ketenagalistrikan secara formal dan informal. Informal dengan cara belajar dari rekan kerja, senior bahkan bawahan bila saya punya. Formal dengan mencoba meraih kesempatan beasiswa S2 dari PLN. Saya tertarik untuk ditempatkan di perencanaan system operasi dan dispatcher. Cita – cita saya sekarang adalah membantu PLN untuk mencapai elektrifikasi 100%.

Kira – kira apa jawaban anda? Kalau saya pilih apa ya.. :p

Mmmmm, setelah menulis jawaban dan dikumpul. Saya jadi berpikir lagi tentang jawaban saya. Ada 3 inti dari tulisan saya

Bekerja, belajar dan cita –cita

Bekerja sudah tentu kewajiban seorang pegawai, pegawai apapun itu. Bekerja saja tidak cukup, perlu tambahan suplemen, yaitu ikhlas dan cinta. Dengan mengikutkan keduanya dalam pekerjaan, pasti hasil pekerjaan kita akan baik dan bermanfaat. Kemudian belajar, secara umum kata – kata belajar tidak aneh mengingat salah satu kompetensi inti PLN adalah pembelajaran yang berkesinambungan. Namun ketika saya membaca lagi, ada kata –kata kesempatan beasiswa s2. Kalimat ini terkesan permintaan atau harapan?? menurut saya ini sebuah harapan, mengharapkan sesuatu tidak ada salahnya. Namun ya tetap ingat, laksanakan dulu kewajiban kita sebaik-baiknya baru bisa mengambil hak berupa beasiswa S2 tersebut. Aminn,,

Keinginan saya untuk menjadi perencana system atau dispatcher karena memang saya tertarik dan merasa cocok dgn pekerjaan itu. Perencanaan system ( system planning engineer, sama kek plano ya?? 😀 ) adalah perencanaan pengoperasian system yang meliputi perencanaan pembangkitan dan perencanaan penyaluran tenaga listrik untuk mencapai sasaran operasi system tenaga listrik yang bermutu, andal dan ekonomis. Perencanaan system operasi sangat lah penting, karena ada satu prinsip tenaga listrik yang harus dipenuhi

“saat tenaga listrik dibangkitkan, saat itu juga tenaga listrik tersebut di konsumsi”

Konsumsi tenaga listrik sesuai dengan kebutuhan konsumen, setiap saat bisa saja berubah untuk itu diperluakan perencanaan operasi yang matang. Dengan kata lain, perencanaan system operasi adalah suatu usaha dari operator system ketenagalistrikan untuk memastikan jumlah tenaga listrik yang dibangkitkan sesuai dengan yang diminta (beban), membangkitkan saja tidak cukup, namun harus bisa memastikan jalur penyaluran tenaga listrik tersebut. Tahapan – tahapan dalam perencanaan system adalah

  1. Pembuatan Prakira Beban (Rencana Energi)
  2. Perencanaan Hidro
  3. Penjadwalan Pembangkit
  4. Penjadwalan Penyaluran
  5. Penyusunan Neraca Daya
  6. Optimasi Hidrothermal
  7. Simulasi Produksi
  • Optimasi dan Biaya Operasi
  • Studi Kecukupan Daya

* Penjelasan lebih lanjut tentang perencaan system, dilain waktu ya 😀

Setelah perencanaan operasi system selesai, tugas dispatcher lah untuk mengendalikan system dalam kondisi real time. tugas utamanya adalah mengendalikan produksi pembangkit – pembangkit dan penyaluran daya.

Dan yang terakhir adalah, soal pengungkapan cita-cita saya membantu PLN mencapai elektrifikasi 100%. Kalau ini saya tidak boleh dan tidak mau mikir – mikir ulang lagi. PALAPA 2020.. Amin…

Advertisements

Doa adalah tenaga, harapan adalah penjaga..

Leave a comment

Tersebutlah seorang pemuda, penuh dengan semangat yang menggebu-gebu. Dia tumbuh dengan idealisme yang kuat selama menjalani kehidupan perkuliahannya. Dia yakin, hanya dia dan teman-temannya lah yang mampu merubah bangsanya ke kehidupan yang lebih baik. Pemuda ini rajin sekali membaca buku, dari buku tentang sejarah peradaban yang mengajarkan dia bahwa tiap peradaban punya keunikan dan produk yang unik satu sama lain. Dia juga membaca buku sejarah bangsanya yang membuat iya tahu bahwa bangsanya adalah bangsa yang kaya akan sejarah. Daerah satu dengan lainnya mempunyai sejarah kebudayaan, agama dan konstruksi masyarakat yang unik satu sama lain. Pemuda ini juga membaca buku biografi tokoh-tokoh terkenal yang membuat iya menemukan tokoh idolanya dan dengan tekad yang tinggi akan mengikuti jejak-jejak hidup orang tersebut. Dengan membaca berbagai jenis buku-buku tersebut, pemuda ini yakin dengan ilmu dasar yang dimilikinya, dia dapat melihat bangsanya tersenyum dengan memiliki dirinya.

Tibalah dia di garis start untuk memulai semua cita-citanya. Segala persiapan sedang dilakukannya sebelum melangkah dari garis tersebut. Seperti halnya atlet lari, pasti ada aba-aba bersiap sebelum aba-aba mulai berkumandang. Teriakan-teriakan berisi motivasi terngiang-ngiang di telinganya. Teriakan berisi doa dan harapan. Ya pemuda ini merasakan adanya doa dan harapan yang ia terima dari orang-orang sekitarnya. Keinginan pemuda ini hanya satu sebenarnya, ia hanya ingin dirinya bertahan sampai garis finish. Pemuda ini ingin sekali berada di garis itu, karena hanya dengan berada di garis itulah akan terlihat perwujudan semua cita bersama teman-temannya. Ya, pemuda ini yakin ia berlari bersama sahabat-sahabat yang akan dengan sekuat tenaga bersama-sama meraih garis tersebut. Doa adalah sebuah tenaga tambahan yang membantu ia untuk yakin bahwa bisa bertahan hingga garis tersebut, dan harapan yang ia terima adalah sebuah penjaga agar ia tetap berada di jalan yang benar dan tetap fokus sepanjang perjuangan menyentuh garis finish tersebut.

Doa dan harapan, berbahagialah orang yang masih memiliki karunia untuk mendapatkannya dari orang-orang sekitar. Tetaplah berjalan menuju garis finish yang diinginkan dengan menaruh kedua unsur tersebut di setiap langkah.

Jadi bola salju, selesaikan segera..

Leave a comment

Gerah juga melihat pemberitaan di media belakangan ini. Permasalahan datang silih berganti, satu masalah belum terselesaikan muncul lagi masalah yang baru. Hal ini terlihat dengan masih mengambangnya kasus Century, hilangnya berita nasib jemaat di suatu rumah ibadah Bekasi, penanganan atau dugaan teroris kepada Abu BB. Ya kali ini media sedang menyoroti tentang hubungan Indonesia dengan Malaysia. Seperti kita tahu, baru – baru ini ada kasus antara nelayan dan petugas Indonesia dengan Malaysia di perairan yang bahkan sampai saat ini belum jelas. Masyarakat kita tidak bisa menerima penangkapan 3 petugas DKP oleh polisi Malaysia yang menurut kesaksian, mereka diperlakukan selayaknya tahanan disana. Masyarakat juga tidak bisa menerima ketika 3 petugas DKP bebas oleh proses “barter”. Entah bagaimana proses yang sebenarnya, hal ini memancing kemarahan rakyat Indonesia, dan sayangnya kemarahan itu ditunjukkan dengan berbagai tindakan yang menandakan “penyataan perang” seperti membakar bendera Malaysia dan aksi pelemparan tinja. Terang saja tindakan ini memancing kemarahan pihak Malaysia. Bila benar – benar terjadi konfrontasi, apa sih ruginya dan apa sih untungnya bagi keduanya. Masalah kedaulatan memang yang utama, namun mediasi juga diperlukan, toh perang secara terbuka tidak menjamin kedamaian seperti yang dialami Israel dan Palestina.

Lantas, benarkan hubungan Indonesia Malaysia segitu buruknya, bagaimana sih sebenarnya interaksi yang terjalin antara rakyat Indonesia dan Malaysia itu sendiri, apakah mereka saling membenci atau memang hanya segelintir orang yang terlibat dengan kemarahan kedua negara ini?. Yang pasti pemberitaan media akan sangat berpengaruh terhadap mediasi kedua negara ini. Ingatkah kita dengan kasus Manohara? banyak yang berbeda pendapat mengenai kasus ini dan kebenarannya pun masih absurb, namun masyarakat keburu mengambil kesimpulan hal ini merupakan pelecehan terhadap rakyat Indonesia. Atau kasus penyiksaan TKI? awalnya permasalahan kecil, karena tidak diselesaikan segera akhirnya membesar seperti bola salju. Ya maw bagaimanapun akhirnya nanti, semoga hasilnya baik untuk Indonesia (hahaha)..

Yang lebih menarik justru adalah makin banyaknya permalahan negri kita sendiri yang melibatkan sentimen agama. Kebrutalan dan ketidaksabaran ormas kepada umat agama berbeda maupun terhadap pemeluk sesamanya memperlihatkan ada yang salah dengan keberagamaan di Indonesia saat ini. Permasalahan ini sebaiknya segera dibereskan. Karena kalau tidak akan menjadi bola salju seperti halnya hubungan Indonesia dan Malaysia sehingga perpecahan akan terjadi, kestabilan negara akan terancam sehingga akan makin mudah masuknya pengaruh luar lewat “bantuan” mereka. Ya kalau dipikir-pikir, isu agama memang rentan sekali untuk diutak-atik atapun dijadikan alat untuk menimbulkan perpecahan di negara kita hal ini lebih rentan daripada suku. Sebaiknya sekarang dihindari sebisa mungkin pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung agama lain, atau pertanyaan yang mengetes keberagamaan seperti, “terganggukah anda dengan suara azdan dari masjid sebelah??” atau ” terganggu tidak saudara dengan kegiatan jemaat di ruko itu??”. Karna pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat sensitif, padahal kuncinya cuma dua, yaitu toleransi dan jalankan agama kita sendiri dengan sebaik-baiknya.

Keteledoran manusia

Leave a comment

oaalllaaahhh, cuma karena ini toh…huff seringkali, keteledoran melanda. Hal kecil memang kadang – kadang tidak terlihat oleh kita, atau tidak kita sangka – sangka akan terjadi. Kira – kira itulah pelajaran yang sering orang dapatkan, ketika sedang menghadapi masalah dan ternyata solusi dari permasalahan itu mudah sekali karena sumber permasalahan tersebut hanyalah hal kecil. Hal kecil tersebut baru kita sadari di akhir – akhir ketika solusi sudah didapat dan tidak  jarang penyebabnya adalah keteledoran semata.

Pernahkah kita menghadapi permasalahan di pagi hari menjelang berangkat sekolah atau ke kantor, dimana kita kehilangan topi upacara atau dasi. Topi dan dasi mempunyai tempat masing – masing yang berada di dalam rumah kita, namun 2 barang ini seringkali susah untuk ditemukan di pagi hari. Tidak heran, hilangnya dua benda ini bisa membuat wajah kita musam di pagi hari bahkan bisa telat sampai tujuan. Namun ketika ditemukan, ternyata topi berada di tas sekolah karena lupa dikeluarkan sejak minggu sebelumnya, atau dasi masih ada di mobil. Ya, keteledoran kecil bisa mengakibatkan masalah yang terkadang berada dalam skala besar.

Contoh diatas adalah realita pribadi yang sering terjadi. Bagaimana dengan realita yang terjadi di masyarakat terkait dengan keteledoran ini. Tidak bisa dipungkiri, saat ini kita terus-menerus disuguhi berbagai macam berita mengenai Indonesia bahkan dunia internasional yang tidak menyenangkan. Di Indonesia ada ancaman bom gas elpiji, perampokan bank dan toko,  terorisme, konflik agama dll. Dunia internasional datang dengan berita banjir yang melanda china dan pakistan yang sudah menelan beribu korban meninggal, kemudian iklim terpanas yang dirasakan warga moskow, Rusia, bahkan ada lagi permasalahan 3 anggota DKP “ditukar” dengan 7 nelayan malaysia. Huff, semuanya tentu adalah sebuah permasalahan yang sudah masuk taraf mengkhawatirkan.

Kalau bisa diambil sebuah persamaan, semua permasalahan diatas mempunyai irisan yang sama yaitu manusia. Manusia sejak awak diciptakan merupakan pusat dari segala fenomena fisik maupun sosial yang ada di muka bumi ini. Namun kalau saya boleh mengandai-andai, peran manusia hanyalah sebagai eksekutif, ada sebuah “lembaga” tinggi, yang esa yaitu Tuhan. Manusia dalam hal ini menjalani perannya dengan berelasi atau menjalin hubungan dengan alam, manusia itu sendiri dan sesamanya , dan juga kepada Tuhan. Untuk itu, manusia mempunyai tanggung jawab, wewenang dan peran masing – masing yang diberikan oleh Tuhan untuk berelasi dan hidup bersosial dengan alam, manusia dan Tuhan. Ketika manusia gagal menjalaninya hal itu adalah akibat keteledoran manusia dalam menjalankan tanggung jawab, wewenang dan peran mereka masing-masing.

Kalau ingin di kelompokkan, bom gas elpiji, perampokan bank dan toko, dan permasalahan 3 anggota DKP “ditukar” dengan 7 nelayan malaysia merupakan keteledoran manusia dalam menjalin relasi dengan diri sendiri dan manusia sesamanya. Kemudian, banjir China, Pakistan dan iklim panas Moskow merupakan keteledoran manusia dalam menjalin hubungan dengan alam. Dan terakhir, kasus terorisme dan konflik agama adalah keteledoran manusia dalam mejalin hubungan dengan Tuhan. Dan ketiga kelompok ini berpusat kepada manusia, manusia yang gagal dalam menjalin hubungan baik dengan ketiga unsur tersebut : alam, manusia dan Tuhan.

Tetapi hal inipun sedikit membantu dalam mencari solusi permasalahan. Manusia itu sendirilah yang harusnya menjadi solusi. Karena manusia adalah pusat dari 3 relasi yang terjalin, maka ketika pusatnya adalah sebuah solusi kemungkinan besar relasi yang terjalin akan menghasilkan solusi atas permasalahan yang ada. Untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam, manusia bisa mulai dari hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, atau bisa saja menjadi aktivis lingkungan tanpa pamrih yang mau melakukan suatu pekerjaan lingkungan tanpa paksaan dan imbalan apapun.

Hubungan manusia dan Tuhan sebenarnya sudah disusun sangat teratur dan jelas oleh agama yang dipeluk oleh masing-masing individu. Namun seringkali pengertian manusia satu dan yang lainnya berbeda mengenai ajaran agama yang ada. Kuncinya hanya satu, perdalam iman dan kepercayaan masing – masing dan hormati pemeluk agama lain dalam menjalankan dan mengamalkan nilai – nilai agama mereka. Bentrok antar agama dan kasus terorisme adalah suatu bentuk dari rusaknya relasi manusia dengan Tuhan ketika manusia tidak mampu mengamalkan nilai-nilai agama yang mereka anut dengan benar dan bertanggung jawab.

Hubungan manusia dengan diri sendiri dan sesama adalah sesuatu yang sangat sulit. Manusia harus berdamai dengan dirinya sendiri. Sifat tamak, haus kekuasaan, mata duitan, emosi berlebih adalah contoh – contoh sifat manusia yang tidak mampu berdamai dengan dirinya sendiri. Manusia dirasuki oleh nafsu duniawi yang membuat kita lupa akan tanggung jawab yang diberikan dalam pekerjaan ataupun perkuliahan. Kesalahan prosedur pekerjaan yang disengaja, produksi barang yang asal-asalan demi mendapatkan keuntungan lebih adalah contoh bagaimana ketamakan manusia mengambil alih profesionalitas dalam bekerja. Ketika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, otomatis hubungan manusia dengan sesamanya akan menjadi buruk. Kehilangan Kasih terhadap sesama adalah suatu jawaban mengenai kenapa banyak bentrok yang terjadi antar sesama manusia. Bentrok boleh terjadi, namun hanya bentrok ide dan pikiran yang diperbolehkan karena itulah yang akan memajukan kehidupan manusia.

Mari kita mulai berpikir selangkah demi selangkah, jangan terlalu terburu-buru menyalahkan orang lain atau langsung cuek saja dengan permasalahan yang ada. Orang yang cuek dengan permasalahan adalah orang yang tidak bersyukur diberkahi kemampuan berpikir, Orang yang memilih menuduh adalah orang yang tidak yakin dengan apa yang dipikirkannya dan Orang yang memilih menjadi perubahan adalah orang yang yakin dengan apa yang dipikirkannya.

Manusia yang memecahkan gelas dan kalau tidak hati – hati manusia jugalah yang akan tersakiti akibat menginjak pecahan gelas tersebut

Jakarta, Solusi kemacetan??

2 Comments

6 Agustus 2010

“Lewat wadas aja mang, jam segini masih lancar ko” seru mamaku.

“oke ma, kita lewat tol aja ya”, jawabku.

Sampai di tol, ratusan mobil akan terlihat seperti barisan peserta upacara bila dilihat dari atas. Jam dijital mobil memperlihatkan pukul 6.00.

“Berangkat dari jam brapa ya orang – orang dari bekasi ini” tanyaku

“Jam 5 lah mang, gitulah keadaan skrg. Jam 5 udah brangkat, malam baru bisa pulang, gimana ga stress coba”, jawab mamaku

“Iya bin, menurut berita 50an% mobil yang melintas di Jakarta itu bukan berasal dari Jakarta, tapi dari kota – kota sekitar Jakarta seperti Bekasi, Depok dll” seru Hendra, teman saya.

Ya itulah potret Jakarta saat ini. Begitu banyak jumlah kendaraan yang melintas, baik di jalan raya maupun jalan tol. Sempat ada penelitian yang meramalkan Jakarta tidak akan lagi mengalamati kemacetan, namun lebih buruk lagi, kendaraan tidak akan bisa bergerak pada 2015 andai laju penambahan kendaraan tidak dikurangi. Banyak persoalan sebenarnya, perilaku konsumen yang terlalu konsumtif, transportasi umum yang belum bisa menggoda masyarakat untuk meninggalkan pemakaian kendaraan pribadi, perluasan jalan tersendat oleh dana atau perizinan, begitu mudahnya memperoleh kredit pembelian kendaraan dan lain – lain. Namun bila melihat begitu banyaknya pendatang dari kota lain yang bekerja di Jakarta dan mereka sangat butuh kendaraan menuju kantor, fenomena ini tidak bisa dihindari karena memang ada unsur kepentingan pribadi dalam hal ini.

Jakarta adalah ibukota Negara Republik Indonesia. Segala pusat elemen Negara ada disini, pusat pemerintahan, pusat industry, pusat hiburan, pusat pendidikan, pusat pengadilan semuanya ada disini. Wacana pemindahan Ibukota adalah salah satu solusi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan di atas. Proses pemindahan ibukota membutuhkan waktu yang tidak sedikit, beberapa Negara pernah melakukannya. Persiapan yang harus matang, adalah menentukan daerah mana yang cocok dan siap dari segi infrastruktur dan tatanan social masyaratkat disana, jangan sampai infrastruktur siap, namun masyarakat belum siap mengalami perubahan – perubahan social yang mungkin mereka alami nanti. Yang perlu diperhatikan juga adalah kesiapan pemerintah untuk menekan angka pengangguran bila terjadi pemindahan pusat perkantoran ataupun industry ke daerah lain. Solusi yang cukup bijak adalah hanya memindahkan beberapa kantor pusat diatas ke daerah lain, namun ibukota tetap di Jakarta. Disamping tentunya solusi perubahan perilaku masyarakat Jakarta untuk lebih menahan diri membeli kendaraan pribadi dan memilih untuk memakai kendaraan umum. Pemerintah Jakarta juga harus lebih bekerja keras menata transportasi umum.

Tapi ujung2nya solusi – solusi itu kembali kepada kesadaran warga Jakarta dan sekitarnya itu sendiri. Kelancaran perpindahan ibukota menjadi suatu fungsi dengan kesadaran masyarakat sebagai variabelnya. Sadar saja tidak cukup, masyarakat juga butuh pengetahuan yang bagus tentang permasalahan Ibukota ini dan masyrakat juga butuh difasilitasi andaikan perpindahan Ibukota benar – benar terjadi.

Lari, jogging atau Jalan pagi

Leave a comment

Huuaaammmmm….. bangun tidur di lingkungan rumah saya (Bekasi) dengan di kota kembang memang beda. Sama – sama dingin, yang membedakannya hanyalah keasliannya. Sudah kebiasaan pribadi yang terbentuk belakangan ini untuk memulai hari dengan cuci muka dan menggosok gigi, tujuannya cuma satu, agar badan menjadi lebih segar. Setelah itu kalau perut tidak rewel, yang mengartikan saya harus meluangkan waktu untuk jongkok, badan ini siap untuk diperas alias mencari keringat dipagi hari. Ya, orang-orang biasa menyebutnya lari pagi atau jogging.

Lari pagi, jogging atau bahkan jalan pagi menjadi suatu kegiatan yang menyimpan banyak cerita dan kenangan dalam hidup saya. Dari sekedar iseng mencoba rasanya lari pagi di suatu trek lari, sampai kepikiran untuk lari pagi mengelilingi jalan raya sekitar tempat  hunian. Tidak hanya iseng, lari pagi juga menjadi andalan saya untuk mengisi program kesehatan yang saya lakukan belakangan ini. Lari pagi ini tidak memakai metoda macam – macam, lari saya tergolong lambat namun selalu ditargetkan. Lari pagi ini harus berlangsung minimal 30 menit setiap 3x seminggu dan dengan lari yang konstan sepanjang 30 menit tersebut. Selain lari pagi, ada juga olahraga jalan pagi, karena berjalan mungkin tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat namun olahraga ini boleh dicoba bila ingin olahraga yang lebih santai. Jalan pagi juga pernah menjadi awal perjumpaan (kata ini lebih terkesan santai dan intim daripada pertemuan) saya dengan seorang wanita “sejuta ekspresi”, wanita yang membuat saya sangat menyukai lagu berjudul “save you” yang dinyanyikan oleh band Simple Plan. Olahraga ini dilakukan ditempat terbuka, oleh karena itu penting untuk memilih trek yang tepat dan nyaman untuk melakukannya. Selama ini Bandung menjadi daerah yang sangat nyaman untuk berolahraga pagi dibandingkan daerah rumah saya di Bekasi.

Bandung adalah sebuah kota yang sejuk dan dingin. Pagi hari adalah periode waktu yang sangat saya senangi di sana, udara sangat segar dan sehat untuk melakukan aktivitas pagi seperti jogging tersebut. Dulu saya menganggap dinginnya pagi di Bandung adalah seperti rayuan selir – selir yang memanggil raja untuk tidur setelah sibuk mengurusi negaranya. Namun ternyata saya salah, justru Bandung justru sangat memanjakan warganya untuk bisa hidup sehat. Ketika saya mengunjungi sabuga, wuuuaaahhhh keren! Orang – orang dari berbagai golongan usia dengan bersemangat untuk meraih kesehatan dirinya masing – masing. Setelah sibuk seharian untuk mencari ilmu dan uang untuk hidup, mereka bisa melepas penat dengan berolahraga. Bandung, kota inilah yang telah membuat saya mencintai olahraga bernama lari pagi, jogging atau jalan pagi.

Sedangkan di lingkungan saya berada sekarang, semua terasa berbeda. Waktu itu pukul 5.30 pagi, saya memulai kegiatan jogging saya. Badan ini tidak merasakan dingin lagi, memakai jaket saja sudah mengeluarkan tetesan air dari tubuh. Berlari adalah suatu kegiatan yang sangat memerlukan pernapasan yang bagus. Udara yang terhirup bercampur dengan asap dan debu yang sudah bermain-main saat itu. Setiap rumah terlihat sudah menyalakan lampu dan kendaraan, tidak jarang pula terdengan teriakan – teriakan berlantunkan suatu ajakan untuk segera pergi ke kantor, sekolah ataupun ke pasar. Ya saya rasakan ketidaknyamanan jogging di lingkungan seperti ini. Saya tidak bisa menyalahkan lingkungan seperti ini, ini semua adalah sebuah efek dari sibuknya kota yang saya huni saat ini. Kota ini adalah kota dengan jumlah penduduk yang besar, terdapat industri – industri yang bahkan beroperasi sampai tengah malam, kota yang mungkin saja mempunyai kepadatan aliran kendaraan terbesar terbesar di jabodetabek. Jadi tidak heran kalau udara di sini sangat tidak cocok atau kurang bersahabat untuk orang yang menginginkan udara segar saat berlari pagi. Tapi seburuk apapun kondisinya, lari pagi harus selalu dilakukan demi tercapainya target mendapatkan tubuh yang sehat dan mendekati “ideal”, hehe.

Liburan berTugas Akhir

4 Comments

Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Perjuangan mengerjakan Tugas Akhir haruslah menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga ditengah tahun ini. Kebanyakan mahasiswa lain sedang memikirkan jadwal liburan, apa yang harus dibeli, tempat mana yang dikunjungi sambil berharap cemas menunggu nilai keluar. Sebentar lagi juga menjadi momen piala dunia 2010, penuh dengan antusiasme yang luar biasa dengan negara favorit dukungan masing-masing (Indonesia negaraku, tapi Jerman favorit ku di Piala Dunia,,hehe).

Tapi itu mereka, bukan saya. Saya yang sedang tidak bisa memikirkan apa2 lagi, walaupun ada urusan (hati) yang harus diurusi, semua itu tidaklah sempat dipikirkan. Yasudah lagipula saya yakin tidak akan ada penyesalan, kalaupun ada pastilah lebih banyak positifnya daripada negatifnya.

Maha Karya

Tugas akhir adalah maha karya mahasiswa, karya puncak dari seorang mahasiswa yang telah mengecap pendidikan tinggi di suatu universitas. Tugas akhir berangkat dari sebuah permasalahan yang diambil atau diperoleh lewat suatu proses pencurahan ide. Permasalahan yang ditemui tersebut coba untuk lebih diperdalam dan diperjelas masalahnya dan mengelompokkan permasalahan-permasalahan tersebut berdasarkan subjek studi yang terkait. Dari situ akan timbul beberapa ide metoda – metoda penyelesaian permasalahn tersebut. Metoda – metoda ini kemudian diperjelas lagi kedalam sebuah diagram pengerjaan(flowchart).

Dalam pengerjaannya, kita mempunyai dasar teori yang didapat selama masa perkuliahan, dari dasar teori tersebut sampailah pada sebuah pemodelan atau perancangan dalam bentuk metoda penyelesaian masalah. Perancangan tersebut lalu disimulasikan, atau dikerjakan. Kemudian pekerjaan selanjutnya adalah menganalisi hasil implementasi perancangan solusi tadi. Kembalikan ketujuan awal pemecahan permasalahan, apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau tidak. Untuk hal ini penting sekali sebuah pemahaman yang cukup bahkan mendalam dalam hal dasar teori. Karena memang sejatinya, Tugas Akhir adalah suatu aplikasi teori – teori kuliah yang didapat.

Sampai sini jelas bahwa Tugas Akhir adalah salah satu karya puncak seorang mahasiswa. Dimana Tugas Akhir adalah suatu bentuk implementasi perkuliahan yang didapat. kesimpulan ini bisa dibilang cukup objektif dan terkesan sangat teknis. Namun bagaimana dengan parameter non-teknis (mungkin kurang tepat,,hehe). Memang untuk hal ini sungguh sulit untuk melihatnya secara objektif, tidak seperti kesimpulan sebelumnya. Karena pada sudut teknis dalam hubungannya dengan Tugas Akhir akan tercapai kesimpulan yang cendrung sama antar tiap individu yang merasakan Tugas Akhir tersebut sehingga cendrung objektif. Beda dengan sudut pandang non-teknis yang merupakan hal yg sangat pribadi dirasakan selama mengerjakannya.

Perasaaan kesal, pusing di tengah pengerjaan, mentok ide, bahagia saat simulasi atau percobaan alat berhasil menjadi suatu fungsi yang berfluktuatif bergantung kepada waktu. Perasaan campur aduk inilah salah satu penilaian tugas akhir ini sebuah maha karya atau tidak. Namun sekali lagi, ini merupakan pandangan yang sangat subjektif. Jangan pernah coba menyamakan fungsi tadi antar individu. Karena mau sampai kapanpun dilakukan iterasi, tidak akan pernah dua individu yang mempunyai karakteristik grafik fungsi tadi yang mirip. But keep in touch bro, fungsi tadi sangat berpengaruh kepada kondisi psikis individu sepanjang waktu tersebut. Saling mendukung dan mengingatkan adalah cara yang paling tepat untuk menjadikan fungsi tadi mencapai keadaan steady state..

–maaf kalau ada istilah yang salah silahkan koreksi..kondisi tidak stabil, hoho–

Older Entries Newer Entries