Itulah kalimat yang keluar dari mentorku saat awal – awal saya datang ke PLN area teluk naga. Saat itu aku menghadap ke beliau untuk menyusun jadwal kegiatanku selama OJT. Kebetulan saat ini area teluk naga punya kegiatan inspeksi gardu dan penyulang yang merupakan turunan dari program perang padam (tulisan sebelumnya). Beliau mengharapkan saya bisa melihat sekaligus merasakan secara langsung kondisi lapangan. Karena menurut beliau, aku harus mengenal terlebih dulu material – material apa saja yang ada di jaringan distribusi.

Alhasil saya langsung saja meluncur ke bagian distribusi. Puji Tuhan bertemu langsung diarahkan ke bapak Jiyono, AE pengendalian dan pemeliharaan distribusi. Pagi itu juga saya meluncur bersama beliau menuju 5 buah gardu distribusi. Inspeksi gardu terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu mengamati kondisi fisik gardu dan melakukan pengukuran trafo. Kondisi fisik yang diamati adalah, keberadaan cut-out, arrester, rak TR, trafo (rembes atau tidak) dan kondisi sipil dari gardu. Kemudian pengukuran pembebanan trafo bertujuan mengetahui arus di tiap jurusan dan fasa, dan tegangan fasa – netralnya yang dilakukan dengan menggunakan alat tangampere.

Dalam melakukan inspeksi ini, kami melakukan bersama pak Adun dari bagian Yantek. Pengamatan fisik gardu (portal) tidak berjalan sempurna, dikarenakan trafo berada di atas sedangkan kami tidak mendapatkan fasilitas berupa tangga. Sehingga untuk mengetahui kondisi co, arrester, kode trafo, kabel sekunder, kabel primer dilakukan pengamatan dari bawah. Namun tampaknya orang – orang lapangan sudah terbiasa dengan kondisi ini, sehingga bisa langsung menyimpulkan dengan hanya pengamatan dari bawah :p. saat ingin melakukan pengukuran pembebanan, kami baru menyadari, bahwa tangamperenya tidak terbawa. Alhasil pengukuran pembebanan dilakukan besok harinya.

Untuk pengukuran pembebanan trafo cukup mudah, karena sudah didukung oleh alat yang cukup canggih. Namun yang harus diperhatikan adalah waktu pengukuran. Pembebanan trafo sangat bergantung kepada perilaku konsumen tiap jamnya, bahkan tiap detiknya. Beban bisa saja naik dengan cepat dan turun dengan cepat pula. Yang bagus adalah di tiap gardu sudah dilengkapi dengan alat ukur otomatis yang mampu mencatat hasil ukur tiap saat, atau dengan periode waktu yang ditentukan. Namun bayangkan di tiap gardu distribusi dipasang alat tersebut, tentu dibutuhkan banyak sekali alat ukur dan akan memakan biaya yang tidak sedikit. Jad untuk mengantisipasinya, area distribusi mempunyai bidang Yantek (pelayanan teknik) yang bertugas menginspeksi gardu – gardu secara rutin.

Dari pengalaman dua hari melakukan inspeksi, saya jadi menyadari, sebenarnya tantangan yang besar dan banyak itu ada di distribusi. Karena unit distribusi dituntut untuk bisa menyalurkan listrik ke konsumen secara kontinu dengan kualitas yang baik. Dan pembentukan citra PLN di mata masyarakat ada di unit distribusi.  

Advertisements