Huuaaammmmm….. bangun tidur di lingkungan rumah saya (Bekasi) dengan di kota kembang memang beda. Sama – sama dingin, yang membedakannya hanyalah keasliannya. Sudah kebiasaan pribadi yang terbentuk belakangan ini untuk memulai hari dengan cuci muka dan menggosok gigi, tujuannya cuma satu, agar badan menjadi lebih segar. Setelah itu kalau perut tidak rewel, yang mengartikan saya harus meluangkan waktu untuk jongkok, badan ini siap untuk diperas alias mencari keringat dipagi hari. Ya, orang-orang biasa menyebutnya lari pagi atau jogging.

Lari pagi, jogging atau bahkan jalan pagi menjadi suatu kegiatan yang menyimpan banyak cerita dan kenangan dalam hidup saya. Dari sekedar iseng mencoba rasanya lari pagi di suatu trek lari, sampai kepikiran untuk lari pagi mengelilingi jalan raya sekitar tempat  hunian. Tidak hanya iseng, lari pagi juga menjadi andalan saya untuk mengisi program kesehatan yang saya lakukan belakangan ini. Lari pagi ini tidak memakai metoda macam – macam, lari saya tergolong lambat namun selalu ditargetkan. Lari pagi ini harus berlangsung minimal 30 menit setiap 3x seminggu dan dengan lari yang konstan sepanjang 30 menit tersebut. Selain lari pagi, ada juga olahraga jalan pagi, karena berjalan mungkin tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat namun olahraga ini boleh dicoba bila ingin olahraga yang lebih santai. Jalan pagi juga pernah menjadi awal perjumpaan (kata ini lebih terkesan santai dan intim daripada pertemuan) saya dengan seorang wanita “sejuta ekspresi”, wanita yang membuat saya sangat menyukai lagu berjudul “save you” yang dinyanyikan oleh band Simple Plan. Olahraga ini dilakukan ditempat terbuka, oleh karena itu penting untuk memilih trek yang tepat dan nyaman untuk melakukannya. Selama ini Bandung menjadi daerah yang sangat nyaman untuk berolahraga pagi dibandingkan daerah rumah saya di Bekasi.

Bandung adalah sebuah kota yang sejuk dan dingin. Pagi hari adalah periode waktu yang sangat saya senangi di sana, udara sangat segar dan sehat untuk melakukan aktivitas pagi seperti jogging tersebut. Dulu saya menganggap dinginnya pagi di Bandung adalah seperti rayuan selir – selir yang memanggil raja untuk tidur setelah sibuk mengurusi negaranya. Namun ternyata saya salah, justru Bandung justru sangat memanjakan warganya untuk bisa hidup sehat. Ketika saya mengunjungi sabuga, wuuuaaahhhh keren! Orang – orang dari berbagai golongan usia dengan bersemangat untuk meraih kesehatan dirinya masing – masing. Setelah sibuk seharian untuk mencari ilmu dan uang untuk hidup, mereka bisa melepas penat dengan berolahraga. Bandung, kota inilah yang telah membuat saya mencintai olahraga bernama lari pagi, jogging atau jalan pagi.

Sedangkan di lingkungan saya berada sekarang, semua terasa berbeda. Waktu itu pukul 5.30 pagi, saya memulai kegiatan jogging saya. Badan ini tidak merasakan dingin lagi, memakai jaket saja sudah mengeluarkan tetesan air dari tubuh. Berlari adalah suatu kegiatan yang sangat memerlukan pernapasan yang bagus. Udara yang terhirup bercampur dengan asap dan debu yang sudah bermain-main saat itu. Setiap rumah terlihat sudah menyalakan lampu dan kendaraan, tidak jarang pula terdengan teriakan – teriakan berlantunkan suatu ajakan untuk segera pergi ke kantor, sekolah ataupun ke pasar. Ya saya rasakan ketidaknyamanan jogging di lingkungan seperti ini. Saya tidak bisa menyalahkan lingkungan seperti ini, ini semua adalah sebuah efek dari sibuknya kota yang saya huni saat ini. Kota ini adalah kota dengan jumlah penduduk yang besar, terdapat industri – industri yang bahkan beroperasi sampai tengah malam, kota yang mungkin saja mempunyai kepadatan aliran kendaraan terbesar terbesar di jabodetabek. Jadi tidak heran kalau udara di sini sangat tidak cocok atau kurang bersahabat untuk orang yang menginginkan udara segar saat berlari pagi. Tapi seburuk apapun kondisinya, lari pagi harus selalu dilakukan demi tercapainya target mendapatkan tubuh yang sehat dan mendekati “ideal”, hehe.

Advertisements