Setelah selesai kuliah ingin berbuat apa? Bekerja, melanjutkan S2, atau memulai karis sebagai pengusaha? Bagaimana melanjutkan cita – cita sewaktu mahasiswa ke dalam kehidupan nyata setelah lulus? Pentingkah memikirkan itu semua? Ya, sangat penting.

Tahun ini saya berharap bisa menyelesaikan studi S1 (amin). Berbagai pembelajaran tentunya sudah didapat baik bagi saya maupun teman – teman semua. Dunia baru akan menunggu ketika perjuangan studi ini selesai. Setahu saya, hanya ada tiga pilihan. Pertama adalah bekerja di perusahaan, baik perusahaan nasional maupun multinasional.  Kedua memulai karir sebagai pengusaha dan yang terakhir adalah melanjutkan studi S2 baik di dalam negeri maupun luar negeri.  Semua bisa kita jadikan pelabuhan hidup selanjutnya dan kita diberi kekebebasan dengan cara apapun untuk mencapainya. Pilihan, yang hanya tiga namun lebih baik daripada menganggur (hehe).

Tentunya selama studi pasti terjadi banyak perubahan atau peningkatan dalam kemantapan berpikir dan bercita-cita. Ketiga pilihan labuhan diatas pastinya terkait dengan cita-cita. Bahkan ketiganya akan jadi kombinasi yang pas untuk ketercapaian cita-cita kita. Ketiganya akan saling bersinergi menurut waktu mereka masing – masing untuk membentuk kita menjadi seseorang yang segambar dengan apa yang kita bayangkan di masa datang. Hal ini sangat pribadi, cita – cita pribadi, dan parameter keberhasilan yang kita tetapkan sendiri. Lantas adalah cita – cita bersama yang ingin kita wujudkan dalam kehidupan mendatang? Mari bertanya ke diri masing – masing.

Cita – cita bersama, keinginan bersama mmm mudah diucapkan, namun susah untuk mengkonsepnya dan melakukannya. Masihkah kita harus mencari alasan, mengapa muncul cita – cita bersama? Sebaiknya tidak perlu, karena dengan hanya satu media bernama ‘ngobrol dan diskusi’ cita – cita bersama akan muncul dengan sendirinya. Langkah selanjutnya tinggal mengkonsep dan melakukannya. Seperti saya ungkapkan sebelumnya, hal ini sangat sulit. Setiap dari kita pasti punya keinginan masing – masing dan kesibukan tersendiri yang terkait dengan manajemen waktu. Namun namanya berteman, harusnya masalah menyisihkan waktu tidak jadi masalah. Yang menjadi tantangan berikutnya adalah menyinambungkan cita – cita pribadi dan cita – cita bersama.

Kita masing – masing sebagai manusia yang terikat oleh lingkaran social keluarga, masyarakat mempunyai konstrain/batasan tersendiri.   Batasan seperti apa? Yang paling logis adalah kemampuan dan factor keluarga (hehe).  Mengapa batasan – batasan pribadi menjadi hal yang krusial? Peran. Ya, cita – cita bersama yang sudah terkonsepkan pada akhirnya akan mengerucut menjadi suatu bentuk domain peran. Seperti teater panggung, peran – peran yang dimainkan oleh orang yang berbeda harus saling bersinergi untuk menyelesaikan drama yang sudah dikonsep terlebih dahulu. Tentunya tidak semua orang bisa memainkan semua peran yang tersedia. Pasti ada kelebihan dan kekurangan pribadi yang menjadikan ukuran apakah orang tersebut cocok dan mampu untuk memerankan suatu tokoh tertentu. Analogi seperti inilah yang mesti kita terapkan kedalam cita – cita bersama tersebut.

Memang agak iseng ketika kita membicarakan tantangannya terlebih dahulu daripada manfaatnya. Karena berbicara manfaat, saya rasa semua sudah mengerti. Ini semua terkait manajemen sumber daya manusia. Cita – cita bersama tersebut akan menuntut adanya pembagian peran. Manajemen yang bagus akan menghasilkan pembagian peran yang efektif dan tepat. Seperti dalam perusahaan, manajemen SDM akan sangat menentukan keberhasilan visi dan misi dari perusahaan tersebut. Dari penentuan struktur manajemen perusahaan, sampai alokasi SDM adalah rangkaian dari manajemen SDM. Pekerjaan inilah yang harus dicari bersama konsep yang betul-betul matang demi terwujudnya cita-cita bersama itu,

Ketika kita sudah bisa mengkonsep, menyinambungkan cita –cita , mengambil peran masing – masing, dan menjalaninya dengan komitmen tinggi, cita – cita bersama itu akan terwujud kawan. Amin..

sumber gambar : http://www.bjoetejo.co.cc/artwork/ipda-award.html

Advertisements