Jumlah kendaraan di Bandung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini terutama terjadi setelah pembangunan jalan tol Cipularang selesai dibangun dalam rangka menyambut Konferensi Asia Afrika saat itu untuk mempermudah transportasi bagi Negara – Negara peserta konferensi. Seiring waktu berjalan, Bandung yang sejak dulu terkenal dengan istilah kota kembang, makin diminati sebagai daerah tujuan wisata liburan. Konsekuensinya jelas, Bandung harus menerima datangnya beribu ribu kendaraan baik beroda dua maupun roda empat saat – saat liburan sekolah atau nasional. Ada dampak positif begitu juga ada dampak negatifnya. Positifnya, perekonomian Bandung melonjak drastis, namun negatifnya kepadatan kendaraan di berbagai titik sentral akan menyebabkan kemacetan.

Selain untuk alasan liburan, Bandung juga banyak kedatangan penduduk – penduduk baru untuk tujuan pendidikan maupun pekerjaan. Bandung memiliki banyak perguruan tinggi dan sebagian besar merupakan unggulan Nasional. Kampus Saya, Institut Teknologi Bandung, merupakan salah satu contoh kampus yang banyak menerima mahasiswa/i yang bukan penduduk Bandung atau pendatang. Mahasiswa/i asal Pulau Jawa maupun luar Jawa merupakan putra – putrid terbaik dari daerah mereka masing-masing dan tentu merupakan kebanggaan bagi Kota Bandung. Namun kedatangan mereka mendatangkan masalah baru, yaitu bertambahnya jumlah kendaraan. Daerah – daerah seputar kampus, semacam Sumur Bandung, taman Sari dan Dipati Ukur, sering kita jumpai kepadatan kendaraan bermotor yang luar biasa. Tidak jarang kepadatan itu menjadi kemacetan pada jam – jam tertentu, seperti jam makan siang, jam pulang kerja dan jam kuliah selesai.

Setelah melihat dari sisi pendatang, sekarang bagaimana dengan penduduk asli Bandung. Jumlah kendaraan penduduk asli bandung tidak bisa dipungkiri akan terus meningkat. Keluhan – keluhan terhadap transportasi angkutan umum seringkali menjadi alasan seseorang untuk membeli sebuah kendaraan bermotor. Selain itu faktor kemacetan juga turut andil dalam membulatkan tekad seseorang untuk membeli kendaraan, dengan alasan waktu tempuh yang lebih singkat dan faktor kenyamanan. Tentu ini kesempatan dan keuntungan besar bagi pelaku – pelaku usaha penjualan kendaraan bermotor. Pembelian kendaraan bermotor pun terus meningkat. Hal ini didukung salah satunya oleh kemudahan calon pembeli untuk mengajukan kredit terutama bagi kendaraan roda dua, pembeli tidak akan terlalu banyak ambil pusing untuk memutuskan membeli sebuah kendaraan.

Dampak kemacetan ada banyak, namun yang paling memprihatinkan, kemacetan ternyata membuang – buang energi atau pemborosan energi kendaraan bermotor. Selain itu bertambahnya kendaraan bermotor juga menambah emisi gas buang sehingga memperburuk kualitas udara di Bandung. Selain efek ilmiah ada juga dampak psikis bagi pengendara. Pengendara sering mengalami stress ketika menghadapi kemacetan dan biasanya dilampiaskan dengan teriakan – teriakan atau umpatan yang tidak pantas dikeluarkan. Saya pernah dengar dari seorang sahabat, Bandung tidak seperti dulu lagi saat beliau SD. Saat itu masih sering dia jumpai kabut di pagi hari bahkan sampai jam 9 pagi. Jumlah kendaraan pun masih sedikit , tidak ada kemacetan macet yang menyebabkan tekanan bagi warga Bandung. Warga Bandung bisa lebih tenang dan nyaman dalam bersekolah maupun bekerja.

Apa solusi yang tepat untuk mengurangi kemacetan di Bandung pada umumnya dan sekitar ITB khususnya. Melihat penyebab utamanya adalah bertambahnya jumlah kendaraan, berari solusi mudahnya adalah mengurangi pemakaian kendaraan. Tentu susah namun untuk jarak tempuh yang pendek, hal ini mungkin dilakukan. Melihat jarak tempuh kos menuju kampus tidak terlalu jauh, maka Saya memilih solusi untuk berjalan kaki menempuh perjalananan menuju kampus dan begitu juga sebaliknya.

Jalan kaki adalah olahraga yang murah, aman dan sangat menyenangkan bila dilakukan bersama-sama teman, pasangan atau keluarga. Dan jangan pernah menganggap remeh jalan kaki, karena tidak sedikit manfaat yang bisa kita dapatkan dari “sekadar” berjalan-jalan. Pada dasarnya, aktivitas fisik yang dilakukan secara kontinyu dan dalam waktu yangg panjang dapat melatih kesegaran jasmani seseorang, termasuk berjalan kaki. Selain melatih kesegaran jasmani, oksigen yang dihirup dan diedarkan akan melancarkan sirkulasi darah. Efeknya, kondisi tubuh tak cepat lelah dan lebih cepat mengembalikan tubuh pada kondisi normal, serta mengurangi stres atau depresi. Dari beberapa sumber yang Saya sadur, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas berjalan kaki, empat diantaranya yaitu

    1. Mengurangi resiko serangan jantungOtot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Berjalan kaki memperderas aliran darah kedalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot janutng terpenuhi dan otot jantung terjga untuk bisa tetepa cukup berdegup. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat bila rutin melakukan aktivitas berjalan kaki. Tidak banya cara di luar obat yang dapat meningktakan kadar HDL selain dengan menggerakkan badan secara rutin. Berjalan kaki tercatat mampu menurunkan resiko serangan janutng menjadi tinggal separuhnya.2. Mengurangi resiko terkena Stroke

     

    Pengaruh berjalan kaki terhadap penurunan resiko stroke sebenarnya tidak begitu nyata seperti pengaruh terhadap serangan jantung. Namun bila kita tengok bukti alami nenek moang kita yang lebih banyak melakukan aktivitas berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

    3. Berat badan menjadi stabil dan menurunkan berat badan

    Dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolism tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolism tubuh, sehingga kenaikan berat badan sulit terjadi. Selain menjaga berat badan, Saya yang mulai kelebihan berat badan, bisa menurunkan berat badan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukn kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

    4. Mencegah diabetes

    Berjalan kaki ternyata mampu menunda atau mencegah berkembangnya diabeter tipe 2, khususnya bagi mereka yang bertubuh gemuk. Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu meminum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan, obat tidak diperlukan. Itu berarti berjalan kaki sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

Berjalan kaki itu memang mudah namun sulit untuk dilakukan karena akan terlihat membosankan ketika baru mulai melakukannya. Untuk itu ada kiat – kiat agar aktivitas berjalan kaki bisa mneyenangkan dan tidak membosankan. Pertama adalah membawa suatu barang yang selalu dipegang, contohnya alat komunikasi atau HP. Sambil berjalan kaki kita bisa menggunakan HP untuk sms, chat atapun menelpon. Kedua, Sapalah setiap sahabat atau kerabat yang kita temui sepanjang perjalanan. Kedua hal ini bisa membuat aktivitas berjalan kaki menjadi menyenangkan dan membosankan.

Melihat manfaat – manfaat dari berjalan kaki, tentulah sangat menguntungkan bagi pribadi masing – masing bila rutin melakukannya, dan ini bisa di mulai dengan berjalan kaki menuju kampus dan pulang kembali ke kosan. Kesimpulannya, berjalan kaki bisa menjadi solusi pemecahan kemacetan di Bandung pada umumnya dan sekitar kampus ITB pada khususnya bila tiap individu pengendara bisa sedikit melupakan egonya untuk menggunakan kendaraan mereka. Selain bisa ikut serta dalam pemecahan masalah masyarakat, berjalan kaki mendatangkan jaminan kesehatan bagi yang melakukannya dan mendatangkan efek psikis yang bagus untuk kejiwaan karena tidak merasakan stress akibat terjebak macet akibat terlambat masuk kelas.

Advertisements