Dostoevsky

Baru – baru ini saya membaca buku yang memuat pemikiran Fyodor Dostoevsky(1821-1881) tentang pandangannya mengenai manusia modern. Ya manusia modern, fasa yang menurut beberapa kalangan dimulai sejak masa renaissance, ditandai dengan penekanan Rene Descartes(1596-1650) bahwa pentingnya rasio dalam kehidupan manusia. Orang tidak bisa mempercayai kebenaran tanpa melalui proses penalaran. Masa ini adalah masa dimana kemajuan ilmu pengetahuan maju dengan pesatnya. Berbeda dengan masa sebelumnya dimna hal – hal rohani, ilahi dan “dunia sana” adalah buah pemikiran pada saat itu. Perubahan ini membuat manusia tidak lagi tergantung dengan hal diluar selain dirinya, manusia kini berpusat pada dirinya. Zaman modernisasi diprakarsai oleh bangsa barat. Banyak bangsa yang berkiblat dari barat dalam proses modernisasinya, begitu juga dengan Rusia.

Fyodor Dostoevsky adalah seorang sastrawan, dimana dalam karyanya banyak memuat pemikiran – pemikiran filosofis. Beliau hidup dimasa kekuasaan Tsar Peter Agung, dimana saat itu Rusia sedang memulai proses modernisasi. Proses ini ditandai dengan kemajuan Rusia dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak pemikir (filsuf) Rusia yang lahir dan berkiblat pada dunia Barat pada zaman itu. Modernisasi bukan hanya ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan, tapi juga dalam proses berpikir seseorang. Manusia adalah pusat segala pemikiran. Peran rasio sangat menonjol dalam diri manusia modern untuk menentukan kebenaran. Sehingga suatu bangsa yang memiliki sejarah rasionalitas akan lebih tepat dan cepat dalam proses modernisasi. Di rusia, 3 prinsip yang ada adalah ortodoksi, otokrasi, nasionalisme. Rasa kecintaan dan pemerintahan suatu warga negara harus mengacu pada nilai – nilai religius yang ada. Berbeda dengan bangsa Barat, nilai – nilai religius dan nasionalisme seorang warga negara ditujukan untuk pemerintah. Jadi suatu bangsa yang mempunyai tradisi religius yang kuat akan sulit ( bisa dibilang tak cocok ) dengan namanya modernisasi. Bila begitu manusia modern hanya akan dinikmati oleh kalangan atas saja.

Fyodor Dostoevsky mempunyai banyak karya yang memuat pemikirannya tentang manusia. Ada 2 karyanya yang terkenal, Notes from Underground, Crime and Punishment. Notes From Underground bercerita ada seseorang yang hidup dengan kesendiriannya, I’m the one and they are everyone”, ia merasa jengah sistem yang ada dilingkungannya. Menurutnya sistem yang ada (saat itu sistem dengan corak barat) mempunyai penyakit yang orang tidak sadari. Namun pada akhirnya Dostoevsky memperkenalkan sosok wanita untuk eksistensi sang Underground.

Crime and Punishment bercerita ada seorang mahasiswa yang hidup dalam kemiskinan, ia merasa benci dengan orang yang tega dan jahat dalam memeras rakyat miskin. Ia merasa dunia butuh orang untuk membasmi orang – orang seperti mereka. Akhirnya ia memutuskan untuk membunuh seorang rentenir yang jahat. dan Ia merasa telah melakukan yang benar dengan mengorbankan orang lain demi tujuan yang benar.

Dostoevsky tidak setuju dengan manusia memanusiakan dirinya dengan hanya berpusat pada dirinya sendiri. Hal ini disampaikan pada dua novel diatas. Tokoh Underground orang yang hidup sendiri, kesendirian adalah hidupnya, ia eksis ketika dirinya sendiri tidak terikat dengan lainnya. Begitu juga dengan di kisah Crime and Punishment, orang bisa mengorbankan orang lain demi suatu tujuan baik (yang bisa jadi hanya ia yang mempercayainya). Dostoevsky tidak menyukai pemikiran seperti itu. Menurut ia, Orang lain hadir sebagai sosok yang menentukan pemaknaan akan hidup. Manusia modern adalah manusia yang bebas, namun untuk dirinya sendiri. Menurutnya kebebasan itu harus di “bagi” dengan orang lain tidak untuk dirinya sendiri. NAmun manusia perlu sesuatu untuk dapat melaksanakan “bagi” itu. Cinta Kasih.

Cinta kasih merupakan suatu acuan dimana manusia dipandang sederajat dan diberlakukan secara adil dalam kehidupannya. Hal inilah yang membuat beliau berpendapat manusia akan kembali dengan dunia religiusnya. Karena pastilah setiap ajaran kepercayaan mengenalkan cinta kasih kepada pemeluknya. Dan ini merupakan tradisi yang ada di Rusia (ortodoks). Dostoevsky menginginkan Rusia yang kembali ke tradisi awal dimana Rusia dibentuk dan dibangun di atas pemikiran religiustik.

Advertisements