The best way to escape from a problem is to solve it. – Alan Saporta

Dalam kehidupan sehari – hari, tanpa sadar kita sering kali bertemu masalah, dan tanpa sadar pula berulang kali kita menemukan jalan keluar masalahnya entah itu solusi yang tepat atau tidak. Kemampuan kita dalam memecahkan masalah ( problem solving ) menjadi bagian penting dalam kesuksesan hidup, karir atau tujuan kita. Begitu juga dalam proses perkuliahan dan kegiatan – kegiatan yang saya jalani, tuntutan agar jadi problem solver yang tepat, efektif dan kreatif sangatlah penting. Problem solving membutuhkan kemampuan pemikiran yang kritis dan kemampuan analisa yang baik untuk mencari pemecahan suatu masalah. Kemudian juga dibutuhkan pemikiran yang kreatif bisa lewat badai otak ( brainstorming ), bertanya, melihat masalah dari sudut berbeda dan visualisasi.

Proses pemecahan masalah bisa dirangkum meliputi:

1. Identifikasi dan mendefinisikan masalah yang ada. Analisa masalah yang ada kemudian lakuakn proses pencarian akar dari masalahnya.
2. Definisikan akhir atau tujuan pemecahan masalah.
3. Lakukan proses teknik brainstorming yang akan hasilkan beberapa solusi. Hasilkan solusi yang kreatif dan logis untuk dijalankan.
4. Tentukan dan kembangkan rencana aksi yang akan dilakukan. Pilihlah opsi aksi yang terbaik menurut diri sendiri.
5. Lakukan, ingat – ingat dampak dari aksi yang dilakukan. Kesalahan yang ada jadikan pertimbangkan bila melakukan kembali proses problem solving ini.

Problem Solving begins with clear thingking

Menurut J.R. Richmond seorang retailer, tipe problem solver dibagi menjadi lima

1. Not my problem. Orang ini menghiraukan suatu masalah bila masalah itu tidak berdampak kepada dirinya. Jenis orang ini cendrung tidak betah bila diberi suatu pekerjaan.
2. Don’t ask me. Jenis problem solver yang belum mampu mengkalkulasikan solusi yang dia hasilkan. Butuh latihan lebih dalam mengasah kemampuan analisa dan kalkulasi.
3. What now? Jenis ini mempunyai kemampuan problem solver yang cukup baik, namun tidak mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, sehingga seringkali tidak percaya dengan solusi yang sudah ia hasilkan. Butuh bantuan orang lain dalam pemecahan masalahnya.
4. Straight liner. Jenis problem solver yang tahu dan mampu bagaimana memecahkan suatu masalah secara langsung. Mampu menganalisa dan mempunyai kemampuan kalkulasi yang bagus. Namun bila menemui situasi yang membutuhkan solusi baru atau solusi yang lebih kreatif, mereka tidak mampu. Logic yes, creative no.
5. Creative problem solver. Problem solver yang baik dalam analisa, kalkulasi dan disertai kemampuan berpikir kreatif dalam pencarian solusi dari suatu masalah. Logic yes, creative yes.

Tulisan ini disadur dari buku “Career Skills Library : “ Problem Solving “ “. Sebuah Buku yang mengambil sudut pandang problem solving dari sisi karir pekerja.

Thingking is any mental activity that helps formulate or solve a problem, make a decision, or fulfill a desaire to understand. – Vincent Ryan Ruggiero in The Art of Thingking

Advertisements