Sabtu dan minggu lalu akan selalu saya ingat. Kejadian – kejadian yang menjadi saksi betapa keutuhan dalam keluarga itu membutuhkan rasa saling percaya, sadar akan peran dalam keluarga, saling menyemangati dan cinta tentunya.

Jadi saat itu kami terkena pelanggaran penggunaan kendaraan bermotor oleh polwil bandung ketika sedang berkeliling bandung. Saya yang memegang setir mobil tsb dibawa kepenyidik, ceritaya stnk mobil yang kami beli second itu belum diperpanjang 4 tahun, waw pelanggaran yang cukup berat tuh keknya. Penyidik ingin kami memperlihatkan BPKB sekrang juga, dan sialnya BPKB lupa dibawa. Alhasil mobil kami ditahan di kantor polisi, tapi anehnya walau namanya ditahan, kunci mobil masih saya pegang, haha..

Pukul setengah 6 sore, saya mengantar kedua orang tua dan adiksayake pool x-trans, untuk segera mengambil BPKB dan menuntaskan segala perkara malam itu juga. Setelah sampaidi pool, sya pulang ke kosan untuk, eh dalam perjalanan, bapak saya menelpon dan bilang kunci rumah tertinggal di mobil, waktu sudah jam 6 kurang 10 menit. Sampai dikosan, karena saya pikir masih bisa mengejar mobi x-trans berangkat (jam 6.15), yang terpikirkan adalah pergi mengambil kunci rumah dengan kecepatan penuh mengemudi motor walau dalam kondisi hujan deras. Sampai di polwil dan mengambil kunci rumah, saya lanjutkan ke pool x-trans. Jam sudah menunjukkan 6.30, eh ternyata jadwal keberangktan diundur oleh ibu saya adi 7.15. Tenanglah sudah,bisa datang dengan selamat dan belum tertinggal.setelah menyerahkan kunci rumah, saya pulang kekosan.

Jam 11.30malam, saya berangkat dari kosan menuju polwiluntuk mengecek keadaan mobil. Eh ternyata mobilsaya dipepet oelh dua mobil depan belakang. Dan ada satu orang yang mendatangi saya, dan menyampaikan kalau urusan BPKB tdi tidak bisa diurus malam ini. Terang saja, saya sedikit agak kesal sudah hujan2an menuju pool x-trans, dan sudah keburu bolak – balik jakarta bandung, dan sebelum pulang ke jakarta, orang tua saya sudah bikin janji dnegan penyidik untuk menuntaskan semuanya malam itu. Ya sudahlah, setelah tidak bisa dibujuk bujuk, saya berangkat saja ke pool x-trans.

Akhirnya setelah menjelaskan ke orang tua, kami pulang ke kosan untuk menginap malam itu. Wah ini yang istimewa, ditengah – tengah masalah seperti ini datang juga kesempatan bagi orang tua saya merasakan tidur di kosan, haha. Gelak tawapun keluar begitu saja menjelang tidurnya kami, entah karena mengingat kejadian penyidikan tadi atau kisah2 masa lalu. Tak terasa pagi sudah datang. Kami pun berangkat ke polwil dengan terlebih dahulu makan nasi kuning ala anak kosan.

Sampai disana, biasalah pelayanan publik yang buruk, kami harus menunggu pdahal kami sudah datang tepat waktu sesuai denga yang dijanjikan. Setelah menunggu 1 jam, akhirnya ada yang menyapa kami, seorang ibu, dan menanyakan urusan kami ke polwil, dan kami jelaskan saja masalahnya, akhirnya kami dibawa menuju suatu ruangan tempat kami di selidiki sehari sebelumnya. Berbincang – bincang akhirnya beliau memperkenalkan sebagai ibu sidabutar, yang notabene merupakan parna dari marga keluarga kami, Sitanggang. Otomatis suasanapun mulai mencair. Namboru (begitu harusnya saya memanggil ibu tsb) membantu kami dengan menelpon sang penyidik dan kemudian memeriksa kecocokan BPKB. Dan akirnya setelah dibantu oleh beliau, urusan pengecekanpun selesai, kami tinggal menunggu kedatangan sang penyidik. Jam 11.00 penyidik pun datang, setelah beliau memeriksa ulang BPKB, kami pun diberi surat jalan. Dan akirnya masalah inipun selesai sudah.

Sunggu memang tidak disangka – sangka kejadian ini bisa terjadi disaat kami sedang senang-senang. Sempat terjadi saling salah menyalahkan, namun untungnya itu tidak terjadi lama. Yang muncul kemudian adalah saling menenangkan, saling menyemangati dan ini bisa kami rubah dengan baik menjadi pengalaman yang menarik dan sangat berharga.

Itulah sebuah cerita dari keluarga saya, dimana kami hidup terpisah pisah, Bapak saya di Jambi, Saya di Bandung, kaka saya sudah berkeluarga, dan tinggal Mama dan adik saya yang tetap di rumah. Jarak memang bisa memisahkan, namun untungnya saya mempunyai keluarga yang utuh dan mempunyai ikatan yang kuat. Terima kasih Tuhan, disaat saya sangat haus dengan goresan pengalaman dalam hidup, saya mendapatkan pengalaman yang sangat indah.

Advertisements