Menikmati hasil belajar sangat diinginkan tentunya oleh kita. Belajar apapun itu, belajar akademis kek, atau belajar nilai2 kehidupan. Segala cara kita lakukan untuk bisa belajar, bagi yang mau belajar loh ya, karena belajar itu tidak bisa dipaksakan tapi harus ditumbuhkan entah oleh diri sendiri atau lingkungannya. Mencari buku referensi, mencari teman belajar, mengatur waktu belajar bahkan belajar sampai tengah malam kalau terdesak (SKS, mau ujian nih biasanya). Semua itu dilakukan untuk memupuk harapan ketika mengerjakan ujian lancar-lancar saja dan hasilnya juga bagus. Tapi ya namanya hidup, tidak semuanya menghasilkan yang sesuai keinginan kan?

Lantas bagaimana kalau hasilnya tidak bagus? haruskah disesalkan, marah, tendang tempat sampah atau ekspresi kekesalan lainnya? mungkin seru juga sih untuk menghilangkan stres sejenak. Apakah cara belajar yang salah, waktu belajar yang kurang atau menguruk soal yang sangat susah? Sya melihat, langkah yang harus saya ambil itu introspeksi diri, cara belajar yang salah, waktu belajar yang kurang atau bahkan karena saya sendri tidak memberikan feel dalam belajar itu?Namun sebelum membahas itu dan melakukan perubahan, ukur dulu seberapa besar tingkat kepuasan dalam belajar.

Puas tidak puasnya dalam belajar itu diukur dari hasil atau tidak? Soal itu atau suatu masalah datangnya bukan dari kita, tapi dari sang pembuat. Jadi kalau misalkan kita belajar dengan taraf  A-D (tingkat kesulitan), namun yang muncul mempunyai taraf A-G (lebih tinggi tingkat kesulitan), apa yang bisa diambil? TIngkat kesulitan soal berbeda dengan tingkat hasil belajar kita. Lalu pantaskah kalau menyalahkan soal yang susah, keknya ga bijak deh. Yah memang harus disadari kalau belajarnya kurang dan memang hasil ujian tidak bisa dijadikan ukuran kepuasan dalam belajar. Jadi tingkat kepuasan belajar itu bukan ditentukan oleh berapa hasil yang diperoleh, namun seberapa besar tingkat proses yang sudah bisa dicapai dengan hasil belajar itu. Jalan satu – satunya tingkatkan jam terbang belajar karena semakin banyak belajar harusnya makin banyak yang didapatkan.

Advertisements