Melihat siaran televisi saat ini pastilah didominasi oleh iklan – iklan politik menjelang pemilu 2009. Nonton siaran sepakbola kek, sinetron kek atau warta berita, pasti ada iklan politik. caleg, partai sampai calon presiden.

Iklan – iklan yang cukup menarik, contohnya iklannya pak presiden SBY damn wapres Pak Jusuf Kalla. Mereka mempromosikan partainya dan tokoh2 partainya. Yang mereka cukup menarik karena ada kesamaan namun beda maksud. coba saksikan di iklan Pak JK,menyoroti swasembada beras yang terjadi di Indonesia saat ini, hal ini adalah bukti nyata kontribusi kader2 golkar begitu menurut iklan. Begitu juga di iklan Pak SBY, iklan itu menyampaikan saat pemerintahan beliau Indonesia berhasil mencapai swasembada beras  untuk pertama kali sejak orde baru dengan sepanjang iklan dipenuhi kader2 demokrat dan bakground bendera partai.

Yang jadi pertanyaan, bukannya Pak SBY dan pak JK merupakan bagian dari pemerintahan dan sama – sama berjuang di kabinet? . Tapi kok memakai contoh2 keberhasilan pemerintah untuk kepentingan partai?.

Lebih baik ditengah maraknya keinginan Golput keberhasilan – keberhasilan seperti ini dimanfaatkan dengan baik. Salah satu alasan golput mungkin adalah karena sudah besarnya opsi tidak percaya terhadap pemerintahan demokratis seperti ini. BUkannya keberhasilan – keberhasilan seperti ini bisa sedikit meyakinkan calon pemilih, bahwa demokrasi telah menghasilkan buah?. Yakinkan calon pemilih, pemilu demokratis telah menghasilkan sesuatu sumbangan dalam kemajuan negara.

Advertisements