Menurut wikipedia, digital divide adalah gap atau pemisah antara orang yang punya akses terhadap teknologi informasi dan yang tidak punya. Dari zaman orang – orang masih berburu pun, informasi tentang dimana letak mangsa berada sangat berarti. Saat orang – orang berjelajah ke pulau entah berantah pun tujuannya mencari informasi apakah pulau tersebut mempunyai sesuatu yang berharga atau tidak. Masuk kejaman industri dan teknologi, informasi menjadi sangat berarti, karena akan sangat berpengaruh ke masalah politik, ekonomi suatu negara. Tak heran banyak negara – negara yang dengan sengaja menyembunyikan informasi – informasi tertentu agar negara lain tidak tahu dan menjadi tertinggal. Satu kalimat kunci yang bisa diambil, orang – orang atau komunitas yang mempunyai informasi yang lebih akan lebih punya peluang untuk berkembang dan berkuasa. Orang – orang atau negara yang aksesnya informasinya kurang akan tertinggal walaupun belum berari tidak makmur. Bisa saja kekurangan informasi itu karena disengaja.

Masuk kejaman teknologi informasi saat ini, harusnya dengan teknologi internet saat ini, ketidakmerataan akan informasi sesuatu menjadi berkurang malahan menjadi tidak ada. Karena dengan internet kita bisa mengetahui kejadian di seluruh negri saat itu juga. Namun apa yang terjadi malah sebaliknya, hal ini malah tidak terlalu mengurangi pemisah itu. Apa yang terjadi sebenarnya?. Mari coba kita lihat. Ketika teknologi ini belum ada, kebanyakan negara yang kurang akan informasi berada dalam kondisi yang terbelakang, yang biasanya negara – negara jajahan yang biasa disebut negara dunia ketiga. Dan itu dalam kondisi yang diatur agar masyarakat itu tidak memperoleh peluang untuk berkembang dan mengganggu stabilitas negara pengatur. Masih teringat saat Tan Malaka yang susah payah untuk mendapatkan buku das capital nya Karl Marx karena saat itu Belanda takut Tan akan mempimpin gerakan Indonesia Merdeka dengan dasar buku tersebut. Masuk ke jaman perdagangan bebas, yang cita – citanya adalah agar semua pemain pasar mempunyai kesempatan yang sama, malah tidak kesampaian. Karena saat itu, kondisi tiap negara tidak sama dan sangat jomplang keadaannya. Perdagangan bebas menuntut informasi yang sama, sehingga teknologi informasi pun menjadi senjatanya. Dengan adanya internet, tindakan ekonomi menjadi lebih mudah. Namun ada efek yang terjadi, yaitu dengan adanya internet atau kemudahan ini, berbagai budaya akan menjadi lebih terbuka. Budaya – budaya akan lebih transparan dan lebih mudah masuk ke budaya lain. Satu hal yang bahaya adalah budaya konsumerisme. Negara – negara yang tadinya sudah makmur tentu lebih dulu mempunyai budaya ini. Beda halnya dengan negara – negara yang tadinya tertinggal. Dan ini seakan – akan disengaja dan sebenarnya bisa diatur. Jadi ingat dengan Kuba, yang sempat menutup informasi – informasi yang berkaitan dengan gaya hidup, dengan tujuan agar rakyatnya tidak tahu dan tidak bisa mencontoh. Dan hasilnya dengan memfokuskan ke dunia kesehatan, saat ini banyak artis internasional yang berobat ke sana.Ketika suatu bangsa yang tidak siap menerima ini, maka budaya ini akan masuk dan bisa menambah keterpurukan itu. Dunia hingar bingar, perkembangan mode, dan lain – lain menjadi hal yang biasa terlihat di Indonesia saat ini, padahal kita masih menjadi negara berkembang.

Harusnya kemudahan ini bisa menjadikan peluang kita menjadi lebih besar untuk maju. Dalam struktur ekonomi , selain modal yang cukup, kreatifitas sangatlah penting. Orang yang mengemas suatu barang dengan lebih menarik tentu peluang untungnya lebih besar, mengingat keindahan menjadi hal yang diprioritaskan konsumen saat ini. Dan hal penting lainnya adalah media informasi tersebut. Pencarian ide sampai ke pamasaran tentunya lebih mudah dengan adanya teknologi ini. Namun kembali ke orang masing – masing, ingin memanfaatkan kemudahan ini untuk berbuat lebih baik atau tenggelam dengan kenikmatan – kenikmatan yang sesaat dan menguntungkan diri sendiri.

Jadi sebenarnya digital divide yang artinya ada pemisah dalam hal akses teknologi informasi sebernarnya tidak tepat. Pengaksesan teknologi informasi sangat mudah saat ini dan gap yang terjadi tidak ada bila kita membandingkannya secara global bukan lokal. Bedanya adalah seberapa pintar dan seberapa kreatifnya kita menggunakan akses tersebut.

Advertisements