Dalam sumpah pemuda disebutkan bahwa, kami bangsa indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. oleh karena itu sudah pasti bahasa indonesia merupakan salah satu jati diri bangsa ini. Namun seiring majunya jaman, penggunaan bahasa indonesia semakin mengalami kemunduran. Dalam perbincangan sehari – sehari, sudah jarang atau bahkan susah untuk ditemui percakapan dalam bahasa indonesia yang baku. Belum lagi ada yang mencampurkan bahasa – bahasa asing dalam bahasa indonesia ketika sedang berbicara. Hal ini diperkuat oleh tayangan – tayangan di televisi yang banyak menggunakan bahasa yang kadang – kadang rancu dan bebas sekali, dan ternyata tren ini juga sering diikuti oleh para pejabat – pejabat yang sedang tampil didepan umum layaknya artis yang sedang berbicara dengan manis seperti halnya artis – artis.

Penanaman menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar juga tidak terlalu ditekankan dalam pendidikan. Anak – anak TK sekarang sudah diajari untuk mengenal bahasa Inggris lewat berhitung satu sampai sepuluh. Kemudian di SD, pelajaran bahasa indonesia mendapatkan porsi yang sedikit dibanding pelajaran IPA, atau matematik. Kemudian SMP dan SMA, pelajaran bahasa indonesia menjadi syarat kelulusan yang ternyata dianggap siswa sebagai syarat kelulusan semata dan bahkan dianggap sebelah mata. Akibatnya di sekolah, pelajaran bahasa indonesia yang dikejar hanya nilai sebagai syarat kelulusan semata. Fakta menarik lain adalah, KKBI (kamus besar bahasa indonesia) , lebih sedikit orang yang memilikinya dibanding bahasa asing.

Kalau dilihat, hal ini disebabkan karena perkembangan jaman sekarang menuntut orang atau suatu bangsa untuk dekat dengan dunia internasional. Sehingga budaya bangsa satu bisa saja memasuki budaya bangsa ini. Hal inilah yang terjadi di indonesia, ketika budaya kita sudah mendapatkan pengaruh dari budaya lain. Hal ini yang menyebabkan penggunaan bahasa indonesia mengalami kemunduran. Pengguaan bahasa yang lebih dikenal banyak orang luar dan terkesan keren lebih diminati saat ini. Sayang sekali kalau pengakulterasian budaya ini terkena juga di bahasa kita. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana kalau cucu saya nanti sudah gagap dalam berbahasa indonesia. huff….

Maka dari sekarang, kita coba untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar..hehe..

Advertisements