Manusia dalam hidupnya penuh dengan kegiatan berpikir. Berpikir kritis merupakan sesuatu yang bagus. Ketika manusia sudah punya pikiran setelah mengkritisi sesuatu, lantas akan segera mungkin mengutarakannya ke orang lain entah lewat media apapun. Namun manusia tidak hidup dalam dunianya sendiri, kita hidup di suatu komunitas yang memiliki etika dalam berbicara atau berpendapat. entah itu dalam bentuk etika  atau berbentuk aturan.

etika dalam mengutarakan pendapat salah satunya adalah jangan mengutarakan pendapat yang bersifat belum jelas kebenarannya atau bila menyangkut seseorang dalam komunitas tersebut, sebaiknya jangan mengutarakan  ke umum walaupun itu aib sekalipun. Karena yang ditakutkan adalah yang terjadinya nantinya aib. Beda, bila orang yang punya opini tersebut punya itikad baik terlebih dahulu mengobrol dengan orang tersebut untuk menanyakan kebenarannya. Hal ini lebih baik, karena akan lebih mencerdaskan orang yang mendengarkannya.

Mungkin hal inilah yang kurang dari orang Indonesia, bagaimana banyaknya orang yang sepertinya enggan untuk mengobrol, entah itu dilandasi sikap tidak saling suka atau bahkan alasan politis. Yang terjadi adalah perselisihan yang tidak akan ada ujungnya dan akan malah makin membuat bingung orang yangh menerima informasi tersebut. Saya pernah membaca buku tentang manajemen Jepang, orang sana sangat mengahrgai namanya diskusi dan musyawarah, karena hanya dengan cara itu akan tercapai konsensus diantara mereka dan akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Salah satu syaratnya adalah dalam bermusyawarah itu hilangkan dlu faktor – faktor seperti senioritas, dendam pribadi, keras kepala, rasa curiga, politis dan hal – hal yang bisa menghalangi orang untuk mendengarkan opini orang lain.

Advertisements