Media massa memberikan informasi, ide – ide, pemikiran, simbol – simbol ke tengah – tengah masyarakat. Saat ini media massa sangat mudah untuk dimiliki dan sangat beragam bentuk dan jenis informasi yang diberikan. Untuk media televisi, program yang dominan adalah sinetron, ya satu channel tv bisa menyiarkan 2-3 sinetron setiap harinya. Sinetron sudah hadir sejak lama, kalau tidak salah tahun 80an sudah ada sinetron. Kemarin saya menonton suatu program di metrotv, disana membahas tentang sinetron pada tahun 80an, yaitu rumah masa depan. Sekilas sinetron ini mengisahkan sebuah kehidupan di indonesia. Dipotongan sinetron tersebut, terlihat adegan dimana seorang anak SD, disebut anak ajaib, sedang menjawab pertanyaan gurunya yang menanyakan apa lambang negara indonesia, isi dari pancasila, dan anak tersebut menjawab dengan baiknya(ayo anak2 jaman skrg masih bisa g ya??hehe). Sinetron ini dipenuhi dengan nilai – nilai perjuangan, terlihat dari seorang anak ajaib yang berusaha sendiri untuk menjadi pintar dengan menjual koran dan kisah seorang kakek yang lumpuh dalam menjalani kehidupannya. Saat itu sinetron ini sangat berpengaruh besar ke kehidupan masyarakat yang menontonnya, nama tokoh anak ajaib dijadikan nama merk obat , tentunya nilai – nilai yang positif. Hal inilah yang menjadikan sinetron “Rumah Masa Depan” menjadi tontonan favorit saat itu. Kalau bisa disimpulkan sinetron ini memberikan nilai – nilai kebangsaan dan perjuangan hidup.

Pada siang harinya saya menonton suatu kartun di TPI, kartun dengan kualitas sederhana. Saya terkejut bukan main, dalam film itu ada adegan, dua anak kecil sedang tarik menarik bendera Malaysia. Kemudian datang guru mereka lalu menegor dua anak tersebut karena telah mempermainkan bendera negara mereka ( oh, kartun malaysia disiarin di indonesia!! ), guru tersebut lalu menghukum mereka untuk berdiri dilapangan upacara sambil menyanyikan lagu kebangsaan malaysia dan mengucapkan dasar – dasar negara malaysia. Kemudia di adegan lain, terlihat anak – anak sekolah sedang menanam tanaman di pekarangan sekolah sambil mengucapkan omongan – omongan untuk memelihara alam. Sungguh kartun yang sangat bagus, sama seperti sinetron rumah masa depan diatas, film ini memberikan nilai –nilai positif kebangsaan dan kehidupan.

Pada sore harinya, saya menonton sinetron indonesia, adegan dalam sinetron itu memperlihatkan dua remaja ( usia SMP ), sedang bermesraan di rumah sang gadis yang kosong (waw,,hehehe ). Adegan berikutnya, dua orang remaja pria bergulat dalam rangka memperebutkan seorang wanita yang mereka cintai dan sayangi dengan sepenuh hati –halah-. Ya, itulah sebagian besar isi dari sinetron – sinetron, percintaan masa muda, pertengkaran karena cinta dan hal – hal lain yang berhubungan dengan cinta. Dan tidak sedikit pula, sinetron yang mengeksplorasi anak – anak kecil. Tidak ada nilai – nilai perjuangan hidup-cinta banyak-, nilai – nilai kebangsaan, padahal saat ini rakyat indonesia menurut saya mulai luntur keindonesiaannya dan perjuangan dalam hidup. Media massa seharunya menjadi lahan yang sangat krusial dan efektif untuk menularkan nilai – nilai tersebut, daripada media konvensional seperti buku – buku pelajaran. Nampaknya propaganda – propaganda seperti ini harus lebih ditingkatkan oleh negara kita, kalau tidak mau generasi muda Indonesia hanya menjadi penikmat dunia percintaan. <padahal cinta yang kurasakan tidak semudah seperti di sinetron – sinetron!!hehe>

Advertisements