Tulisan ini saya buat tanggal 19 januari 2008, waktu itu baru2 menjalani sebagai salah satu BP di HME, dan mulai mengalami kesulitan dalam mengatur hidup dan diri saya. akhirnya setelah mencari2 sumber dan bertanya ke teman – teman, saya mencoba untuk merangkum dan sedikit menambahkan pendapat saya tentang mengatur hidup terutama dalam langkah mencegah datangnya stress..

How to manage life

Kehidupan sebagai manusia secara umum dan mahasiswa secara khusus, kita tidak lepas dari masalah. Baik masalah pribadi (sama teman, atau sama pacar??), masalah akademis (nilai yang DCDCDC), ataupun urusan organisasi. Ketika kita tidak mampu menghadapi masalah tersebuat, stress menjadi pilihan selanjutnya.

Stress, itu berarti tekanan. Strees mempunyai efek positf dan negative. Positif contohnya bagi atlet-atlet yang bertujuan untuk menaikkan semangat. Negatif ketika tekanan itu berada diluar kontrol kita dan terjadi dalam waktu yang lama. Ada dua faktor penyebab strees

1. Faktor eksternal, Berasal dari komunitas kita berada, kejadian-kejadian tak terduga, lingkungan, kerjaan, dan keluarga.

2. Faktor internal, Kebiasaan yang buruk, kesehatan yang buruk, pikiran negatif dan perfeksionis yang berlebihan.

Dalam fisika tekanan itu gaya yang diterima tiap luas permukaan yang terkena gaya tersebut. Makin besar luas permukaannya tekanan yang dihasilkan akan lebih kecil. Gaya yang kita dapatkan bisa berasal dari dalam dan luar diri kita (seperti sudah disebutkan sebelumnya). Dalam pembukaan ada kata pilihan, kenapa pilihan karena kita bisa saja mencegah dan menghindari masalah-masalah yang akan kita alami. Salah satu cara adalah dengan merencanakan dan mengatur keseharian hidup kita.

Ada beberapa syarat agar bisa mengatur hidup kita.

1. Percaya diri, optimis

Rasa percaya diri dan optimis membuat kita konsisten dalam menjalankan apa yang telah kita rencanakan. Lakukan saja yang menurut akal sehat kita mempunyai nilai baik.

2. Sehat pikiran dan fisik

Gangguan dalam pikiran dan fisik bisa diakibatkan oleh faktor lingkungan kita bergaul. Pikiran yang sehat dan fisik yang bugar membuat hidup kita menjadi lebih mudah. Untuk menjaga pikiran yang sehat, jauhi segala-segala media yang negatif yang bisa mengganggu pikiran, membaca buku salah satu media yang tepat untuk tetap menjaga pikiran. Menjaga fisik bisa dilakukan dengan mengatur makanan dan olahraga. Apalagi untuk kita mahasiswa/i perantau tentu menjaga kesehatan jasmani akan mendapat tantangan yang lebih. Ketika kita sehat pikiran dan fisik kemungkinan besar apa yang kita rencakan minimal bisa kita jalankan.

3. Tenang dalam mengahadapi masalah

Ada rasa takut manusia, rasa takut bisa mengakibatkan dua efek, satu efek positif, yaitu ketika rasa takut membuat kita jadi berpikir 2 kali sebelum bertindak dan akan menjadi terencana. Kedua efek positif ketika kita berlebihan dalam rasa takut itu dan akhirnya membuat kita tidak berpikir dan bertindak. Rasa takut akan hilang ketika kita menghadapi masalah tersebut jangan kabur. Ketika rasa takut sudah hilang, ketenangan dalam menhadapi masalah membuat kita tidak khawatir lagi dlam menghadapi masalah.

4. Liat dunia dengan mata baru

Terikat dengan masa lalu kadang kala menjadi penghambat bagi kemajuan seseorang. Kalau terikat masa lalu tentang agama dan budaya itu tidak masalah, namun ketika kita terikat dengan kegagalan masa lalu atau keberhasilan masa lalu, itu baru masalah. Waktu terus berjalan, begitu juga kondisi masa lalu belum tentu sama dengan kondisi saat ini. Ketika kita terikat dengan masa lalu, saat itu juga kita seperti “jalan ditempat” dalam menjalani hidup. Jadikan sejarah/masa lalu sebagai pelajaran (histomat-madilog-), bandingkan kondisi masa lalu dan masa kini, bila sama boleh kita contoh kembali, bila berbeda, jangan. Lihatlah dunia dengan mata yang baru, itu menjadikan hidup kita lebih berwarna.

Advertisements