Ada hal – hal menarik dalam diri orang Indonesia, yang belakangan ini sangat menonjol. Terutama dalam menanggapi pemberitaan media dan kejadian – kejadian yang terjadi. Semua tergantung persepsi orang yang melihatnya, apakah ini buruk atau tidak.
1. 2 minggu lalu rakyat Indonesia baru melakukan suatu proses pemilihan umum untuk menentukan siapa pemimpin kami kelak. Seperti kita ketahui saat pemilihan legislative sebelumnya, ada beberapa kasus mengenai DPT ( Daftar Pemilih Tetap ), seperti protes warga Papua yang menetap di Surabaya tidak masuk dalam DPT. Hal ini sempat menjadi perhatian para calon presiden sebelum pemilu presiden dilaksanakan. Akhirnya keluarlah keputusan MK kalau KTP bisa digunakan untuk mencontreng dengan beberapa persyaratannya. Sampai saat ini memang belum ada bukti pasti apakah keputusan itu berpengaruh besar dalam meningkatkan partisipasi warga. Namun pemilu berjalan, walau banyak protes yang masuk ke KPU dan Bawaslu mengenai dugaan – dugaan kecurangan namun kekuatiran boikot dan belum ( karena hasil resmi belum dikeluarkan) terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Mengapa bisa seperti ini, benarkah sudah dewasanya rakyat Indonesia dalam menanggapi isu – isu ( bahkan dalam kampanye melibatkan isu SARA ) seputar pemilu?. Kalau kita melihat pemberitaan televisi, tentang ketidakrapihan kinerja KPU, Bawaslu, MK, atau bahkan isu2 kampanye para tim sukses calon presiden, dalam hati kecil pasti banyak berkata, Pemilu ini ada ketidakberesan. Apakah berjalannya Pemilu cerminan bahwa Rakyat Indonesia puas dengan Pemilu ini?. Atau ketidakpuasan itu memang sebaiknya dipendam untuk menghindari konflik?.


Dalam suatu tatanan masyarakat, ada beberapa aspek yang saling berkaitan, politik, ekonomi, budaya dan pendidikan.Tidak bisa dipungkiri informasi saat ini mengambil peran yang sangat penting dalam keberjalanan masing- masing.
Menurut wikipedia, digital divide adalah gap atau pemisah antara orang yang punya akses terhadap teknologi informasi dan yang tidak punya. Dari zaman orang – orang masih berburu pun, informasi tentang dimana letak mangsa berada sangat berarti. Saat orang – orang berjelajah ke pulau entah berantah pun tujuannya mencari informasi apakah pulau tersebut mempunyai sesuatu yang berharga atau tidak. Masuk kejaman industri dan teknologi, informasi menjadi sangat berarti, karena akan sangat berpengaruh ke masalah politik, ekonomi suatu negara. Tak heran banyak negara – negara yang dengan sengaja menyembunyikan informasi – informasi tertentu agar negara lain tidak tahu dan menjadi tertinggal. Satu kalimat kunci yang bisa diambil, orang – orang atau komunitas yang mempunyai informasi yang lebih akan lebih punya peluang untuk berkembang dan berkuasa. Orang – orang atau negara yang aksesnya informasinya kurang akan tertinggal walaupun belum berari tidak makmur. Bisa saja kekurangan informasi itu karena disengaja. 

Recent Comments